24 C
Yogyakarta
Rabu, Desember 2, 2020

Buku Karya Syafii Maarif Diluncurkan di Leiden University

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Silaturrahim Kebangsaan Kepala BNPT dengan Muhammadiyah Sumut dan UMSU

MEDAN, Suara Muhammadiyah  –  Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Republik Indonesia menggelar “Silaturrahim Kebangsaan” dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dan Civitas...

Masa Pandemi, Sekolah Muhammadiyah Gresik Tetap Berlakukan Pembelajaran Daring

GRESIK, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik tetap memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring/online) di masa pandemi dan melarang sekolah...

Membanggakan, MM Kine Club UMY Juara Pertama Festival Film Mahasiswa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi gemilang. Melalui Muhammadiyah Multimedia Kine Klub (MM Kine Klub) yang menyabet...

Nadiem Makarim: Muhammadiyah Teladan dalam bidang Pendidikan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, MBA turut menghadiri resepsi virtual milad ke-102 Madrasah Mu’allimaat...

Wisuda Angkatan Kedua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diapresiasi

ALOR, Suara Muhammadiyah - STKIP Muhammadiyah Kalabahi melaksanakan agenda Wisuda Strata Satu (S-1) untuk Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan...
- Advertisement -

LEIDEN, Suara Muhammadiyah Islam, Humanity and the Indonesian Identity: Reflections on History. Demikian judul buku terbitan Leiden University Press yang diluncurkan di Leiden Law School, Belanda, pada Jumat, 29 Juni 2018. Karya hasil terjemahan tersebut menjadi salah satu magnum opus yang merangkum gagasan besar Ketua Umum PP Muhammadiyah 1998-2005, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif.

“Dengan kegigihan Institut Leimena Jakarta, akhirnya terjemahan buku saya, Islam Dalam Bingkai Keindonesian dan Kemanusiaan ke dalam bahasa Inggris, telah rampung dan diluncurkan di Leiden, pada 29 Juni 2018,” tutur Buya Syafii melalui pesan singkat, Sabtu (30/6).

Peluncuran buku tersebut menjadi penting dalam rangka menyebarluaskan pemikiran Buya Syafii Maarif dalam konteks kekinian. Di tengah beragam krisis besar yang menimpa hampir semua belahan dunia, buku yang memuat pengalaman Indonesia sebagai sebuah bangsa patut untuk dijadikan bahan refleksi. Buku ini diharapkan bisa memberi konstribusi bagi upaya membangun peradaban dunia yang lebih baik tanpa meninggalkan nilai-nilai keluhuran. Di saat yang sama, buku ini juga mengingatkan bangsa Indonesia untuk tidak terlena dan terus berpacu dengan penuh optimisme.

Direktur Maarif Institute, Muhammad Abdullah Darraz menyatakan bahwa buku ini merupakan buah dari proses panjang yang dikerjakan bersama. “Proses penerjemahan buku ini hingga rampung memakan waktu kurang lebih 2 tahun yang dikerjakan sejak tahun 2016. Proses penerjemahan dikerjasamakan dengan Leimena Institute. Buku terbitan berbahasa Inggris ini diterbitkan oleh Leiden University Press, tanggal 29 Juni kemarin diluncurkan di Leiden University,” ungkapnya.0000275615_Islam_Humanity_and_the_Indonesian_Identity_2_710_130

Dalam prosesi launching buku tersebut ikut dibacakan kisah hidup Buya Syafii Maarif oleh Prof Herman Beck. Buku Prof Syafii Maarif juga diapresiasi penuh oleh Prof Jan Michiel Otto. Turut serta dalam kegiatan tersebut antara lain Nikolaus Van Dam (mantan duta besar Belanda untuk Indonesia dan penulis buku The struggle for power in Syria: sectarianism, regionalism, and tribalism in politics) dan Din Wahid (Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Belanda, sekaligus pengurus Lembaga Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri PP Muhammadiyah).

Buku tersebut mendapat testimoni dari beberapa pemikir kontemporer semisal R. William Liddle dan William H. Frederick. Bahkan, salah satu tokoh pembaharu yang kerap dijadikan rujukan oleh Buya Syafii Maarif, Khaled Abou El Fadl mengungkapkan, “Ahmad Syafii Maarif adalah salah satu pemikir Muslim paling berpengaruh seusianya. Bukunya harus dibaca tidak hanya oleh mereka yang tertarik dengan masa depan Islam Indonesia, tetapi oleh setiap Muslim yang peduli tentang Islam, dan yang terpenting, oleh setiap orang yang peduli akan masa depan kemanusiaan.” (ribas)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -