Berita

Rektor UM Bengkulu 2018-2022 Dilantik

WhatsApp Image 2018-07-06 at 17.31.05
Shares

BENGKULU, Suara Muhammadiyah-Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad melantik rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu periode 2018-2022, Ahmad Dasan. Pelantikan rektor untuk periode kedua itu dilakukan pada Jum’at (6/7).

Ahmad menyampaikan bahwa kemajuan yang diraih pada masa kepemimpinannya di periode pertama merupakan hasil sinergitas antar segenap civitas akademika, persyarikatan, pemerintah dan masyarakat. “Di kepemimpinan periode kedua ini saya berharap kerjasama yang telah terjalin dengan seluruh pihak dapat ditingkatkan,” tutur Ahmad.

UM Bengkulu bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu, kata Ahmad, tengah bersiap diri menjadi salah satu kandidat pelaksanaan sidang tanwir Muhammadiyah. UMB dan PWM Bengkulu tengah membangun 1 gedung 6 lantai, masjid At-Tanwir 3 lantai dan Sportorium. “UMB dan PWM Bengkulu terus berupaya menghadirkan pusat-pusat keunggulan sejalan dengan visi Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Haedar Nashir berharap kepada rektor UM Bengkulu beserta jajarannya untuk bisa mempertahankan prestasi baik di periode pertama dan terus melakukan terobosan-terobosan baru.  “Pada periode yang lalu sudah berbuat. Berikutnya selain mempertahankan apa yang sudah dilakukan, juga melakukan terobosan-terobosan sehingga UM Bengkulu menjadi universitas yang maju dan berkemajuan,” ujarnya.

Haedar mengingatkan supaya setiap pemimpin tidak terlena dengan capaian yang sudah ada. Sebab, zaman terus bergerak maju dan selalu dibutuhkan tajdid baru. “Berangkat dari ini, maka kita perlu semakin meningkatkan kemampuan kita, termasuk dalam memimpin universitas ini, bukan hanya dari segi intelektual tapi juga dalam hal integritas dan juga kemampuan bersinergi,” tegas Haedar.

UM Bengkulu diharapkan Haedar bisa tumbuh menjadi center of excellence. “Kita harus terus membangun pusat-pusat keunggulan yang menunjang kemandirian kita. Muhammadiyah mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri dan bisa bersinergi dengan semua pihak,” katanya.

Selain itu, Haedar menuturkan bahwa peran kebangsaan dan kemasyarakatan yang menjadi visi Muhammadiyah juga tidak boleh lepas dari spirit gerak UM Bengkulu. Muhammadiyah merupakan salah satu pendiri republik ini dan saat ini memiliki kewajiban untuk mengisi dan memajukannya. “Dihargai atau tidak, diminta atau tidak, kita lakukan peran ini,” kata Haedar Nashir. (ribas)

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Edisi Baru

  • new.jpeg
  • edisi-baru.jpeg
  • web-ad_jamaahhebat.jpg
  • webad_pasang-iklan.gif
  • WebAds_deamilela_thumb.jpeg
  • SS-web1.jpg