30 C
Yogyakarta
Rabu, Juli 8, 2020

Gempa Lombok 7,0 SR, MDMC: Korban Perlu Bantuan Segera

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

FGM Purworejo Rancang Kemajuan Bidang Pendidikan

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Silaturahmi dan Bincang Pendidikan di Aula Pondok Pesantren Darul Arqom SMP...

Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di Karanganyar

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengembangkan sekolah penggerak, kali ini pada jenjang...

Lazismu Medan dan Yayasan Anak Bangsa Bisa Salurkan Bantuan

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Medan terus melakukan penguatan perannya dengan membangun jejaring dengan pihak lain. Kali ini Lazismu Kota Medan...

Cegah Negara Menjadi Neo-Otoritarian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rembug Nasional digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam memandang dinamika kebangsaan aktual. Dalam hal ini terkait Ancaman Kebebasan Sipil...

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...
- Advertisement -

LOMBOK TIMUR, Suara Muhammadiyah – Gempa berkekuatan 7,0 SR  melanda Lombok, Ahad (5/8). Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama LazisMu segera tanggap melayani korban gempa di Lombok.

Tim MDMC berpusat di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Dalam catatan yang dilaporkan oleh tim Tanggap Darurat MDMC, korban meninggal dan luka-luka ditemukan di Desa Slengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Timur.

Kondisi yang gelap karena listrik mati membuat tim mengalami kesulitan dalam evakuasi dan pemberian bantuan. Dilaporkan oleh Dwi dari Tanggap Darurat, ada 12 orang meninggal dunia dari Desa Slengen, Kecamatan Kayangan. Sementara itu, Desa Sajang lokasi pos koordinasi Muhammadiyah belum dilaporkan adanya korban jiwa.

Beberapa menit setelah gempa terjadi, tim medis yang dikomandoi oleh dr. Aliansyah dari RS PKU Muhammadiyah Bima bersama tim Tanggap Darurat MDMC PP Muhammadiyah memberikan pelayanan bagi korban gempa, mengevakuasi warga, dan melakukan asesmen.

Sejauh ini, dilaporkan kebutuhan mendesak, yaitu kebutuhan hidup dasar, air bersih untuk sanitasi, dan obat-obatan. (AT/Rizq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles