24.2 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 16, 2020

Pidato Kebangsaan, Haedar Nashir: Merah Putih Hitamnya Umat dan Bangsa Tergantung Pemimpinnya

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ospek UMP Digelar Daring, Rektor Jamin Tetap Seru

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebentar lagi akan mamasuki tahun ajaran baru. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau...

AMM Pinrang Kembali Rilis Usaha Baru

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses menjalankan usaha "BerasMu" yang bergerak di bidang pangan. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pinrang kembali melauncing usaha...

STKIP Muhammadiyah Bogor Beri Kompensasi di Masa Pandemi

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid 19 yang telah melanda Indonesia sekitar empat bulan lamanya telah mengakibatkan efek yang luar biasa ke...

MBS Mas Mansyur Ngawi dan PCM Widodaren Sowan ke Wakil Bupati

NGAWI, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka untuk mensosialisasikan MBS Mas Mansyur Ngawi Tim pendiri MBS Mas Mansyur Ngawi silaturohim ke Wakil Bupati...

Tiga Puluh Auditor Mutu Akademik Unismuh Ikuti Penyegaran

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 30 auditor mutu akademik Unismuh Makassar, ikut penyegaran secara virtual Kamis pagi (16/7/2020). Kegiatan...
- Advertisement -

MALANG, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan negara dan pemerintah harus benar-benar berdaulat termasuk dari hegemoni politik oligarki. Indonesia harus menjadi milik semua, jangan menjadi segelintir orang atau kelompok tertentu.

“Di sinilah pentingnya para pemimpin bangsa yang tercerahkan akal-budi dan peran kebangsaannya. Kata pepatah Italy ‘Ikan busuk dimulai dari kepala,’  Betapa penting posisi dan peran para pemimpin di negeri dan umat mana pun,” kata Haedar dalam Pidato Kebangsaan yang disampaikan di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (12/8).

Menurut Haedar, merah putih dan hitamnya umat dan bangsa tergantung pemimpinnya. Pemimpin itu jantung dan kepala dari tubuh manusia. Jika pemimpin itu baik, maka baiklah umat dan bangsa. “Sebaliknya nasib umat dan  bangsa akan nestapa manakala para pemimpinnya berperangai dan bertindak buruk, hianat, dan tidak konsisten pada nilai dan kenegarawanan. Padahal yang dipertaruhkan adalah nasib manusia jutaan warga Indonesia dengan segala nasibnya.”

Dalam kesempatan itu hadir Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Rektor UMM Fauzan. Selain itu, di hadapan pimpinan persyarikatan, tokoh lintas agama, serta ribuan warga Muhammadiyah yang hadir, Haedar menyampaikan Pidato Kebangsaan bertajuk “Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan yang Berkemajuan Menyongsong Indonesia Emas.”

Haedar percaya di Republik ini masih banyak elite dan warga bangsa yang masih jernih hati, pikiran, dan tindakannya untuk membangun Indonesia yang berkemajuan berdiri tegak di atas nilai-nilai luhur bangsa. “Maka saatnya energi positif ruhaniah dan kecerdasan akal-budi para pemimpin dan bangsa Indonesia kita titipkan amanah untuk mengisi kemerdekaan 73 tahun Indonesia merdeka.”

Para pemimpin itu, masih menurut Haedar, sejatinya memiliki kemuliaan posisi dan peran dalam membawa nasib umat dan bangsanya menuju tangga kemajuan. “Disinilah pentingnya para pemimpin yang ikhlas, jujur, dan mau konsisten pada nilai-nilai kehidupan bangsa,” ungkapnya.(Rizq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles