obrolan_cendekia
Tim PKM STKIP Muhammadiyah Sampit Pimnas (Dok Istimewa)
Tim PKM STKIP Muhammadiyah Sampit Pimnas (Dok Istimewa)
Berita

STKIP Muhammadiyah Sampit Peringkat ke-9 Pimnas

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Sampit berhasil menduduki Peringkat ke-9 Juara Umum pada gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31. Peringkat ini cukup mengejutkan karena STKIP Muhammadiyah Sampit hanya meloloskan 1 tim di PIMNAS 2018 di Universitas Negeri Yogyakarta, 28 Agustus – 2 September 2018.

Tim STKIP Muhammadiyah Sampit beranggotakan mahasiswa yang terdiri dari Winarti (Semester 7 Prodi Pendidikan Ekonomi), Dwi Maulina PS (Semester 7 Prodi Pendidikan Ekonomi), Edi Prasetyo (Semester 5 Prodi Pendidikan Ekonomi), dan Fauzi (Semester 3 BK) beserta Gita Anggraini, sukses memboyong medali emas presentasi dan medali perak untuk poster.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Idiannor Mahyudin sangat mengapresiasi dan bangga terhadap raihan dari STKIP Muhammadiyah Sampit. Hal tersebut dikarenakan merupakan sejarah bagi PTS dilingkup LLDIKTI XI mampu berdiri di tengah-tengah PT besar di Indonesia bahkan di posisi 10 besar.

“Ini merupakan berita yang sangat menggembirakan yang ketiga setelah mahasiswa kami juga dari UM Kalimantan Timur meraih medali emas dan mahasiswa dari STT Migas meraih medali perak pada ajang Asian Games 2018. Selanjutnya dari ajang PIMNAS 2018 yang diraih oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit,” ungkap Mahyudin.

STKIP Muhammadiyah Sampit 10 Besar Pimnas (UNY)
STKIP Muhammadiyah Sampit 10 Besar Pimnas (UNY)

“Ini kali pertama dalam sejarah PIMNAS PTS di Kalimantan sungguh membanggakan dan mampu bersaing dengan 136 Perguruan Tinggi, 1523 mahasiswa baik PTN maupun PTS sebagai Finalis seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Tim PKM STKIP Muhammadiyah Sampit yang lolos ke PIMNAS tersebut adalah PKM di Bidang Pengabdian Masyarakat dengan judul “Uluh Tabela Paduli Basa Ita.” Program ini merupakan sebuah Upaya yang digagas mahasiswa untuk melakukan konservasi bahasa Sampit yang mulai tidak dikenal oleh masyarakat Sampit sendiri.

Kegiatan ini sendiri telah menarik atensi dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda sampai Pejabat yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi kekuatan tersendiri, karena tujuan dari PKM tidak hanya berhenti pada satu kegiatan saja tapi terus berlanjut dan memberikan efek yang baik di masyarakat.(LLDIKTI/Riz)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *