28.1 C
Yogyakarta
Rabu, Juli 8, 2020

Dua Dosen FKIP UMMI Integrasikan Ismuba dengan Pelajaran Olahraga Tingkat SD

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

FGM Purworejo Rancang Kemajuan Bidang Pendidikan

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Silaturahmi dan Bincang Pendidikan di Aula Pondok Pesantren Darul Arqom SMP...

Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di Karanganyar

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengembangkan sekolah penggerak, kali ini pada jenjang...

Lazismu Medan dan Yayasan Anak Bangsa Bisa Salurkan Bantuan

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Medan terus melakukan penguatan perannya dengan membangun jejaring dengan pihak lain. Kali ini Lazismu Kota Medan...

Cegah Negara Menjadi Neo-Otoritarian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rembug Nasional digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam memandang dinamika kebangsaan aktual. Dalam hal ini terkait Ancaman Kebebasan Sipil...

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...
- Advertisement -

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah- Ismuba (Keislaman, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) merupakan ciri otentik kurikulum lembaga pendidikan milik persyarikatan Muhammadiyah. Bisa dikatakan Ismuba merupakan ruh pendidikan persyarikatan yang sudah berdiri sejak 1912 ini. Namun karena persoalan pergantian kurikulum dari pemerintah, penerapan Ismuba sering terhambat sebab perlu penyelarasan terhadap kurikulum yang baru itu.

Dalam rangka mengintegrasikan kedua kurikulum tersebut, Ismuba dengan pelajaran umum lain, baru-baru ini dua dosen dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) membuat bahan ajar yang memadukan konten Ismuba dengan mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan). Ialah M Thariq Aziz dari Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMMI dan Agung Widodo dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Kreasi UMMI penggagas bahan ajar integrative tersebut. “Bahan ajar ini baru diperuntukkan bagi siswa SD atau MI Muhammadiyah. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengaplikasikan pendidikan yang berkmajuan,” ucap Thariq.

Bahan ajar yang dihasilkan, sambung dosen UMMI itu,  berisi tentang pola hidup sehat yang terdapat dalam kurikulum 2013 revisi tingkat SD yang telah diintegrasikan dengan kurikulum ISMUBA tingkat SD. Pada bahan ajar ini dijelaskan bagaimana menjaga tubuh dengan berolah raga, membersikan diri, dan terdapat adab-adab menjaga tubuh serta doa-doa dalam berkatifitas sehari-hari yang sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Sunnah.

“Bahan ajar ini adalah produk penelitian dan pengembangan yang telah divalidasi oleh ahli pendidikan jasmani sekolah dasar serta ahli Ismuba. Selain itu, efektivitas bahan ajar juga telah diuji secara empiris melalui penelitian yang mendapatkan hibah dari Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” papar Thariq

Terkahir, bahan ajar hasil penelitian buah tangan kedua dosen UMMI ini sudah mendapatkan sertifikat hak kekayaan intelektual (HaKi) dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Thariq berharap, bahan ajar terintegratif ini nantinya menjadi bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran di sekolah Muhammadiyah secara luas. Sekaligus menjadi terobosan baru atas berbagai upaya sekolah dalam mewujudkan aplikasi pendidikan berkemajuan. “Tidak bisa dipungkiri bahwa karya tersebut belum sempurna karena masih terbatas pada materi budaya hidup saja. Oleh karena itu, diharapkan karya ini menjadi pendorong para praktisi pendidikan Muhammadiyah untuk melakukan integrasi pada materi-materi yang lain bahkan pada mata pelajaran yang lain. Sehingga, suatu saat nanti pendidikan Muhammadiyah memiliki bahan ajar sendiri yang merupakan integrasi antara ilmu agama dengan ilmu umum guna mengembalikan hakikat pendidikan Muhammadiyah yakni pendidikan yang berkemajuan,” pungkas dosen UMMI tersebut. (gsh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles