Berita

Ekspedisi Zakat Lazismu di Pulau Saparua Maluku

WhatsApp Image 2018-09-11 at 16.48.29
Shares

AMBON, Suara Muhammadiyah – Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) akan menggelar ekspedisi zakat bagian ketiga pada tanggal 13 hingga 14 September 2018 di Desa Kulur, Pulau Saparua, Maluku Tengah.

Kegiatan ini terjalin berkat kerjasama dengan Badan Zakat Nasional (Baznas) dan juga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom).

Disampaikan Sekretaris Lazismu Pusat, Mahli Zainuddin, ada beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan sejak bulan April yang lalu, di antaranya promosi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis. Selain itu juga dalam bidang pendidikan dicanangkan program Save Our School (SOS), yakni memberikan bantuan-bantuan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan.

“Selain itu kami juga melakukan program pemberdayaan masyarakat, yakni yang menjadi sasaran petani dan juga nelayan. Ada juga kegiatan keagamaan, yaitu program mubaligh hijrah, yang telah dilakukan selama bulan ramadhan lalu, serta pemberian bantuan solar cell untuk rumah ibadah, seperti masjid dan juga gereja,” tutur Mahli ketika ditemui pada Selasa (11/9) dalam acara persiapan ekspedisi ketiga yang bertempat di Pelabuhan Tulehu.

Mahli menjelaskan, ekspedisi zakat tersebut dibagi menjadi tiga bagian, untuk sesi pertama telah diselenggarakan pada bulan April yang lalu di Pulau Haruku, ekspedisi kedua bulan Juli di Pulau Seram, dan ekspedisi ketiga yang sekaligus juga penutupan program ekspedisi zakat akan diselenggarakan di desa Kulur, Pulau Saparua, Maluku Tengah.WhatsApp Image 2018-09-11 at 16.48.30

Selain itu, Mahli yang juga merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini turut menyampaikan peran dari Klinik Apung Said Tuhuleley yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam acara Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada bulan Februari 2017 lalu.

“Klinik Apung ini berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan di kawasan 3T, khususnya di daerah pedalaman Maluku yang masih minim akan akses kesehatan. Dan pada program ekspedisi zakat, klinik apung ini telah difungsikan untuk membawa barang bantuan dan juga mengangkut tim medis ke daerah-daerah pedalaman Maluku,” pungkas Mahli. (adam)

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • web-ad_kld-2019.jpeg
  • webad_pasang-iklan.gif
  • WebAds_deamilela_thumb.jpeg
  • SS-web1.jpg