21.8 C
Yogyakarta
Senin, Agustus 10, 2020

Sekam Dua, MPM Ajak Kaum Milenial Lebih Peka

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Inilah Rekam Jejak Prof Ambo Asse, Rektor Baru Unismuh Makassar

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kini memiliki nakhoda baru. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Prof Dr H Ambo Asse,...

Prof Ambo Asse Dilantik Jadi Rektor Unismuh, AMM Siap Berikan Dukungan Penuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Jika tak ada aral melintang, Prof. Dr. H. Ambo Asse M.Ag. akan dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh)...

Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Lepas Pengabdian Thalabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengabdian merupakan salah satu dari Tri Dharma pergururan tinggi. Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM)...

Berita Hoax Covid-19 Lebih Cepat Menjangkiti Dibanding Virusnya

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sudah beberapa kali ini berita hoax terkait Covid-19 terus bermunculan dan meresahkan masyarakat luas. Berita hoax Covid-19 justru...

Salurkan KUR Syariah, Menko Perekonomian Dukung UMKM Pemuda Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dampak dari Pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri menghantam semua sendi dan aspek kehidupan masyarakat, semua lapisan tanpa pandang...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Meninggkatkan kepekaan pemuda terhadap realitas kehidupan masyarakat, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (Sekam) Dua, di Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (LMPM), Kalasan, Sleman, 8-11 September 2018.

Didukung kemajuan teknologi informasi, perhatian dan kepekaan pemuda era milenial terhadap keadaan masyarakat disekitarnya semakin menurun. Diselengarakannya Sekam Dua ini sebagai bentuk semangat dalam melakukan penyadaran dan pencerahan kaum milenial terhadap keadaan sekitarnya.

“Jika Sekam saja tidak ada, jangan beraharap ada api, jika api saja tidak ada, jangan beraharap ada cahaya pencerahan di sekitarnya,” ujar Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin dalam sambutan pemukaan.

Yamin menjelaskan bahwa, ketika peserta telah memantapkan diri mengikuti pelatihan, maka, dari keikutsertaannya harus memiliki dampak pencerahan kesekitarnya. “Serta peserta harus memiliki konsep panjang dalam menerjemahkan semangat Sekam ini, yaitu basic ideology, spiritual, dan skill sebagai pemacu dan pengiring gerak semangat pemberdayaan pencerahan.”

Yamin menambahkan, bekal tiga basic tersebut serta didukung konsep yang yang panjang. Alumni Sekam diharapkan turut melakukan perubahan dan jangan menjadi bagian yang turut memarjinalkan kelompok masyarakat.

Peserta Sekam Dua MPM (Dok A'n)
Peserta Sekam Dua MPM (Dok A’n)

Dalam agenda penyelengaraan Sekam Dua, peserta akan di titipkan ke keluarga kelompok dampingan atau life in bersama dampingan. Seperti yang disampaikan Qomarudin, anggota divisi Organisasi MPM PP sekaligus ketua acara, “Pada hari terakhir, peserta akan kita life in kan ke dua lokasi kelompok dampingan. Yaitu Kelompok Pemulung di Sekitaran TPST Piyungan Bantul dan kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Ngoro oro Gunung Kidul,” ungkap Qomar.

Life in bertujuan untuk mengenalkan dan mengakrabkan mereka dengan kelompok dampingan MPM. Diharapkan agenda tersebut meningkatkan empati dan simpati mereka terhadap realitas masyarakat marjinal. “Serta sebagai tempat untuk mereka mengujikan materi yang didapatkan,” imbuh Qomar.

Acara yang diselengarakan selama empat hari ini diikuti sebanyak 32 peserta yang semuanya berusia dibawah 30 tahun. “Persyaratan usia dibawah 30 tahun diharapkan bisa menjaga semangat pemberdayaan dan memanjangkan nafas perjuangan,” pungkasnya.(A’n/Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles