Dari Perpus Mini Unisa Bangkitkan Semangat Literasi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMS Kembali Menjadi Kampus Swasta Terbaik di Indonesia

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Berdasarkan lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional,...

UMY Kampus Swasta Terbaik DIY

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali berhasil menempati peringkat pertama sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keputusan Menteri Agama Tidak Memberangkatkan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2020

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun 2020 ini tidak akan ada pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia. Hal ini telah diputuskan oleh pemerintah melalui...

Siswi SMK Ahmad Dahlan Pinrang Juara Kultum Provinsi Sulsel

PINRANG, Suara Muhammadiyah - SMK Ahmad Dahlan (AD) Muhammadiyah Pinrang sukses mengakat nama baik Pinrang di tingkat provinsi. Dalam...

Gelar Silaturrahmi Idul Fitri, Pimpinan UHAMKA Optimis Hadapi Covid-19

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka melaksanakan silaturrahmi Idul Fitri 1441 H. Dalam acara yang dilaksanakan secara daring ini,...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Perpustakaan Mini Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama, Taufiqur Rahman, SIP, MA, PhD, Rabu (19/09).

Kegiatan soft opening Perpustakaan mini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Mataf Unisa 2018. Dalam sambutannya, Taufiq menyampaikan pembukaan perpustakaan mini bukan hanya formalitas semata namun momen ini merupakan bentuk simbolik untuk membangkitkan semangat literasi.

Mahasiswa tanpa semangat literasi akan sia-sia karna dengan semangat literasi generasi muda akan terdorong untuk membaca, menambah wawasan dan membuka cakrawala.

Ketua Serita Taman Pustaka, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, David Efendi, turut hadir menjadi narasumber. Menurutnya, perhitungan kasar di Indonesia untuk 1  buku diantri oleh 15.000 orang. Sehingga dengan adanya perpustakaan mini diharapkan dapat membantu sirkulasi pengetahuan.

Mahasiswa itu membaca dan berkarya, membaca untuk berkarya. Buku dapat mengubah takdir manusia, dan manusia yang tercerahkan oleh buku dapat mengubah bangsanya,” ungkap Dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut.

Kemudian, David mengatakan, bangsa yang hebat adalah bangsa dengan literasi yang dahsyat. “Semoga perpustakaan mini ini dapat memulai revolusi literasi,” kata David.(Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -