Berita

Bahas Kesehatan Mental Era Disrupsi, Unisa Undang Para Pakar Kesehatan Internasional

Pemberian kenang-kenangan dari Unisa kepada Assoc Prof Hans Pols
Pemberian kenang-kenangan dari Unisa kepada Assoc Prof Hans Pols
Shares

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-  Rabu (10/10/18) Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) menggelar seminar internasional bertajuk Helth and Lifestyle In The Era Of Disruption di Hall Baroroh, kampus terpadu Unisa Yogyakarta. Beberapa pakar kesehatan dari berbagai kampus internasional menjadi pembicara utama pada acara yang berlangsung dari pagi hingga siang ini.

Assoc. Prof Hans Pols dari University of Sydney, Australia, adalah salah satunya. Dalam materinya yang berjudul Mental Health in The Era of Disruption ia memaparkan, bahwa kesehatan mental di era disrupsi seperti sekarang ini dipengaruhi oleh 6 hal. Pertama, ia menyebutkan, disebabkan oleh pengaruh kecanggihan teknologi.

“Sadar atau tidak sadar, kecanggihan teknologi mengurangi gerak tubuh seseorang dan menjauhkannya dari lingkungan sehingga enggan untuk bersosial,” terang Pols.

Kedua, sambung guru besar universitas Sydney tersebut, kesehatan mental seseorang itu tergantung  dari pada ketahanan individunya. “Ketahanan ini bisa secara fisik, bisa juga psikis,” jelasnya. Namun baginya, ketahanan jiwa (jiwa yang kuat), merupakan modal yang besar.

Faktor penentu kesehatan mental lainnya, kata Pols, ialah keluarga, sekolah atau tempat kerja, komunitas, dan masyarakat. “Pada sekolah atau tempat kerja yang paling berpengaruh adalah beban tugas yang harus di selesaikan. Jika terlampau berat, maka seseorang akan mengalami stress,” ulas Pols.

Sedang faktor masyarakat yang menjadi kunci penentu kesehatan jiwa seseorang, lanjut Pols, adalah adanya kemiskinan dan ketidaksamaan. Pols menilai, bahwa kesehatan mental masyarakat Indonesia masih cukup buruk, mengingat keenam faktor yang ada cenderung berjalan negatif. Itu artinya faktor-faktor penting kesehatan mental masyarakat justru berpotensi menjadikan masyarakat memiliki mental yang sakit, tidak sehat.

Selain Pols, hadir pula Pro. Su Chen-Kuo dari Taiwan yang membahas tentang Maternal and Nutrition Problems in the Era of Disruption dan Assoc Prof Dr Chutima Jalayondeja dari Thailand dengan materinya yang berjudul Physical Problems in Life Style in the Disruption Era.

Prof Su Chen-Kuo dari Taiwan berdampingan dengan b.Assoc Prof Dr Chutima Jalayondeja dari Thailand saat jadi pembicara di Unisa (10/10/18)
Prof Su Chen-Kuo dari Taiwan berdampingan dengan Assoc Prof Dr Chutima Jalayondeja dari Thailand saat jadi pembicara di Unisa (10/10/18)

Menurut Kepala Lembaga Peneltian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisa sekaligus ketua seminar ini, Sarwinanti, seminar internasional tersebut dirancang sebagai forum bagi para ahli dari berbagai disiplin ilmu guna mengupas tuntas tentang kesehatan dan gaya hidup di era digital. “Kontribusi mereka sangat dibutuhkan, sebab mereka memiliki keahlian dan berbagi pengalaman,” tutur Sarwinanti. (gsh).

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Edisi Baru

  • new.jpeg
  • edisi-baru.jpeg
  • web-ad_jamaahhebat.jpg
  • webad_pasang-iklan.gif
  • WebAds_deamilela_thumb.jpeg
  • SS-web1.jpg