30.6 C
Yogyakarta
Kamis, Oktober 1, 2020

Apresiasi Kiprah Muhammadiyah, Menteri Agama Turki Jajaki Kerjasama

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Menguji Kualitas Pilkada dengan Protokol Kesehatan, Apakah Cukup?

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Semenjak kasus pertama Covid-19 diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal bulan Maret 2020, banyak hal yang sebenarnya...

Berhasil Lampaui Target, LLHPB ‘Aisyiyah Persiapkan Keberlanjutan Program

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menjelang pengakhiran program “Membangun Kelentingan Keluarga dan Komunitas dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19”, LLHPB PP Aisyiyah mempersiapkan Exit...

Farmasi UMP Juara Nasional Karya Tulis Ilmiah

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Tim Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil meraih juarai Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI) BRM FMIPA...

Upaya UMMAT Gelar Wisuda di Masa Pandemi

MATARAM, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar wisuda luring (langsung), untuk angkatan 48 dan 49, Diploma dan Strata-1 (S-1). Wisudah...

Ormas Kegamaan Punya Peran Signifikan Menanggulangi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Diklat dan Litbang Kemenag RI bekerjasama dengan Al-Wasat...
- Advertisement -

TURKI, Suara Muhammadiyah–Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, serta Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Machhendra Setya Atmaja berkesempatan bersilaurahim dengan Director of Religious Affairs, setara dengan Kementrian Agama Turki, pada Jum’at (19/10).

Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dengan Turki telah terjalin sejak lama. Kerajaan di Nusantara telah lama memiliki hubungan diplomatik dengan Turki. Haedar mengungkapkan bahwa modal sejarah tersebut menjadi alasan kuat bagi kedua belah pihak untuk membangun kerjasama yang lebih intens dan jangka panjang di berbagai aspek yang menjadi konsen masing-masing.

Selain modal sejarah, kerjasama ini juga didukung dengan kesamaan kultur. Mayoritas penduduk kedua negara ini beragama Islam. “Masyarakat Indonesia akan menyambut dengan senang kerjasama antar dua negara yang memiliki identitas Islam yang kuat seperti Turki,” tutur Haedar.

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar, memiliki ribuan Amal Usaha Muhammadiyah yang dikelola dengan rapi melalui sistem organisasi yang terstruktur dari tingkatan pusat sampai ranting. Sistem dan struktur organisasi yang dikelola secara modern ini menjadi kunci bagi Muhammadiyah untuk terus survive sampai saat ini.

Organisasi yang berusia lebih dari satu abad ini telah banyak memberikan konstribusi dalam bidang keagamaan, kebangsaan, keumatan, hingga kemanusiaan. Dalam ranah kemanusiaan, Muhammadiyah berkiprah hingga ke manca negara. Melewati batas negara dan SARA.

Dedikasi besar Muhammadiyah tersebut mendapat apresiasi dari perwakilan Director of Religious Affairs, Osman Trasci. Dirinya berharap Muhammadiyah terus memainkan peran strategis bagi Indonesia dan dunia.

Osman Trasci juga mengucapkan belasungkawa atas banyaknya kejadian bencana alam yang melanda Indonesia akhir-akhir ini. Menurutnya, dalam menghadapi bencana, umat islam perlu untuk ikut serta terlibat lebih aktif dalam penyelesaiannya sebagaimana dilakukan Muhammadiyah.

Jejak dan pengalaman panjang para dokter, perawat, dan relawan Muhammadiyah yang terjun dalam berbagai bencana alam, membuat Osman tertarik untuk mengajukan kerjasama. Osman berharap bisa melakukan kerjasama dengan Muhammadiyah untuk menangani para pengungsi yang berada di bawah pemerintah Turki.

Osman beralasan bahwa bantuan yang diberikan Turki dalam misi kemanusiaan dan keagamaan kepada beberapa negara, termasuk Suriah, masih kekurangan tenaga ahli bidang kesehatan. Sehingga kerjasama di bidang kesehatan dengan Muhammadiyah menjadi hal yang sangat penting.

Ketua Umum PP Muhammadiyah dan rombongan menyambut baik tawaran tersebut. Selain kerjasama, pihaknya juga menawarkan kepada Osman Trasci untuk berkunjung ke Indonesia.

Selain bertemu Menteri Agama Turki, rombongan PP Muhammadiyah juga mengunjungi Diyanet Fondation, salah satu lembaga kemanusiaan di Turki. Sempat juga berkunjung keTurki Scholarship Burslari, serta menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki periode 2018-2020. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang lawatan PP Muhammadiyah ke Eropa untuk menyebarluaskan gagasan Islam Berkemajuan ke seluruh dunia. (ribas/ppmuh)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles