Mendikbud Apresiasi Event Sejarah Dikdasmen PDM Sleman

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Quo Vadis Fortasi Daring?

Oleh : Fathin Robbani Sukmana Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum juga pergi dari Indonesia, beberapa daerah di Indonesia...

Kisah Mahasiswa UMM dalam Tugas Kemanusiaan Relawan Covid-19

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Semenjak mewabahnya COVID-19 di Indonesia, tidak sedikit rumah sakit yang kewalahan baik secara manajemen maupun sarana prasarana dalam...

Kolaborasi MCCC – Aisyiyah Deli Serdang Edukasi Lansia Pencegahan Covid-19

LUBUK PAKAM, Suara Muhammadiyah - Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Deli Serdang bersama MCCC Kabupaten Deli Serdang melaksanakan edukasi pencegahan Covid-19 kepada...

Wakil Rektor UM Jember: Perkuat SDM dan IT Hadapi New Normal

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Indonesia tengah menuju kenormalan baru atau New Normal. Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember), Drs Akhmad...

RSI Cempaka Putih Terima APD dari PDIP DKI Jakarta

Sebagai bentuk gotong royong dalam menanggulangi wabah Covid-19, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta memberikan bantuan Alat Pelindung Diri...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah  – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP mengapresiasinya penyelenggaraan event sejarah yang dinisiasi Majelis Pendidikan Dasar  dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah  (PDM) Sleman.

“Acara ini sangat penting, apalagi sekarang ini PPKN juga kehilangan ruh,  Pancasila hanya dianggap pengetahuan saja, padahal pendidikan moral lebih penting dari itu,” ujar Muhadjir yang hadir memberikan pidato kunci Seminar Sejarah Pendidikan Muhammadiyah di gedung B Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (24/10).

Seminar yang mengusung  tema “Menggali, Mengembangkan dan Menanamkan Nilai-Nilai Sejarah Pendidikan Muhammadiyah sebagai Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter,”  tersebut menghadirkan pembicara Dewan Pertimbangan Presiden, Prof Dr Malik Fajar, Direktorat Sejarah Kemendikbud RI Dra Triana Wulandari, MSi, serta sejarawan Muhammadiyah Muhammad Yuanda Zara, PhD.

Lebih lanjut Muhadjir mengungkapkan bahwa Yogyakarta diharapkan bisa menjadi Makkahnya Muhammadiyah, yaitu pusatnya warga Muhammadiyah seluruh Indonesia. Menurutnya, Kemendikbud  turut membantu pembangunan museum Muhammadiyah yang bertempat di Universitas Ahmad dahlan (UAD)  Yogyakarta.  Selain itu gedung PP muhammadiyah dan Mua’allimin juga akan dicanangkan sebagai cagar budaya.

Seminar tersebut dihadiri oleh kepala sekolah,  SD, SMP,  SMA,  SMK Muhammadiyah se-Sleman serta SMP se-DIY, guru sejarah,  IPS,  BK , PKN,  dan juga beberapa mahasiswa UNISA dan UAD. Selain itu, turut serta hadir beberapa siswa yang memenangkan penghargaan lomba-lomba kemuhammadiyahan.(Wesari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -