31 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 2, 2020

Ketum PP NA Ajak Pemuda Tak Terpengaruh Hoaks

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Resmi Terima SK Pengurus, Lazismu Aceh Tenggara Tingkatkan Progres

KUTACANE, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) menyatakan komitmennya melanjutkan pengumpulan zakat di Kute Cane, Kabupaten Aceh...

Museum Muhammadiyah Rasa Internasional

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di Abad kedua ini dakwah Muhammadiyah telah melintas batas ke berbagai penjuru dunia. Muhammadiyah hadir di lima benua...

Cara Unik Program Ketahanan Pangan Ala Lazismu Pulang Pisau

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah -  Akibat dampak pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi masyarakat, Lazismu Pulang Pisau besama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center...

Bantuan Lengkap, MDMC Aceh Peduli Pengungsi Rohingya

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh menyerahkan bantuan kepada para pengungsi Rohingya. Bantuan diserahkan langsung...

Muhammadiyah Boarding School Makassar Cetak Generasi Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Unismuh Makassar kerjasama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Makassar mengelola dan membina pesantren modern diberi nama Muhammadiyah Boarding...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Kajian Tematik Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah (NA) kali ini bertajuk “Peran Pemuda dan Semangat Pemberdayaan” dalam rangka memperingati 90 tahun Hari Sumpah Pemuda di Aula Gedung PP Muhammadijah Ahmad Dahlan Yogyakarta, Jum’at (26/10).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Dyah Puspitarini dalam sambutannya mengajak agar pemuda tidak terpengaruh berita hoaks atau malah memproduksi berita hoaks, maupun menjadi pemuda-pemuda yang tidak lagi cinta perdamaian. “Saya sendiri sedih, ketika bangsa kita sangat mudah terprovokasi,” kata Dyah.

Menurutnya, dengan maraknya berita bohong membuat suasana bangsa menjadi gaduh dan menjadikan seseorang dengan yang lain jadi saling mencurigai. “Nah ini menjadi PR kita mbak-mbak sekalian karena kita adalah seorang pemuda yang nanti akan menjadi agen perubahan,” imbuhnya.

Selain dihadiri anggota PP NA, kajian tematik tersebut dihadiri berbagai perwakilan ortom serta peserta dari luar daerah dan lintas organisasi seperti Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kwartir pusat HW, Pimpinan Daerah NA dari Magelang dan Kebumen, Pimpinan Wilayah NA Jateng, PD NA Kota Jogja, NA se-DIY, Srikandi Lintas Iman, dan Kwartir Daerah HW Sleman.

Dalam kajian yang menghadirkan narasumber Ahmad Syauqi Soeratno sebagai Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah itu, Dyah juga mengajak Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) melihat kondisi Indonesia saat ini dan menggalakkan kaderisasi, leadership, dan menjadikan pemuda yang mandiri dan sebagai agen perubahan.

“Tahun 2020 nanti Indonesia akan mengalami bonus demografi. Dimana pemuda usia produktif antara 17-40 tahun ini menjadi dominan di negara ini. Otomatis ini menjadi sebuah PR tersendiri bagi negara kita, bagi bangsa kita, dan tentunya bagi kita semua yang bergerak dalam bidang organisasi, dan kita juga yang nanti akan menjadi salah satu bagian dari bonus demografi,” ungkap Dyah.(Wesar/Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles