Kunjungan SMK Muhammadiyah 1 Metro ke GSM (Dok wesar/SM)
Kunjungan SMK Muhammadiyah 1 Metro ke GSM (Dok wesar/SM)
Berita

Program Literasi, SMK Muhammadiyah 1 Metro Kunjungi GSM

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 138 siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Metro Lampung adakan kunjungan ke Grha Suara Muhammadiyah, Selasa (13/11). Peserta kunjungan merupakan siswa kelas 12 Jurusan Pemasaran, Perkantoran, Akutansi dan Perbankan SyariahTeknik Komputer Jaringan, didampingi oleh 7 guru pendamping dan Kepala Sekolah. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Suara Muhammadiyah.

Muhlan, perwakilan guru dari SMK 1 Muhammadiyah Metro Lampung, mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya studytour ini adalah untuk silaturahmi, mengajak kader agar dapat menjadi penerus, pelangsung, penyempurna amal usaha Muhammadiyah dalam rangka untuk menimba ilmu, serta bemiliki bekal untuk ikut berorganisasi di Muhammadiyah.

“Di samping silaturrahmi membawa sejumlah kader agar bisa jadi penerus, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah dalam rangka untuk menimba ilmu yang  sesuai yang sedang dilakukan sekarang program literasi, jadi yang paling pokok adalah kami mohon untuk diberikan penjelasan atau paling tidak setelah kita pulang, mendapatkan satu oleh-oleh yang bisa kemudian dibawa untuk bekal kami dan anak-anak kami dalam rangka ikut bergerak di organisasi, dalam hal ini Muhammadiyah,” terangnya.

Desta, salah satu siswa kelas 12 jurusan Perkantoran, setelah melihat majalah Suara Muhammadiyah mengaku bahwa majalahnya menarik, informatif, dan bermanfaat. “Majalahnya menarik banyak informasi-informasi yang bermanfaat, ide-idenya juga sangat bagus,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan SM, Lutfi Effendi memaparkan sejarah Suara Muhammadiyah atas eksistensinya hingga saat ini, juga memberikan semangat juang untuk mengembangkan kuantitas dan kualitas majalah Suara Muhammadiyah. “Untuk melangsungkan supaya lestari dan juga untuk menyempurnakan, makanya terus dikembangkan. Kalau tadinya untuk satu jurusan, bisa dikembangkan beberapa jurusan. Selain kuantitas, kualitas juga harus diperhatikan, kualitas juga harus dikembangkan,” ujarnya.(wesar)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *