Membanggakan, Siswa Berkebutuhan Khusus SMK Muhayo Raih Medali Emas di India

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Dalam Tubuh TNI-Polri Ada Jiwa Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi turut menhadiri silaturahim secara virtual bersama jajaran pejabat...

Memahami Pandemi Corona dengan Jurnalisme Data

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Segala hal terkait Pandemi Covid-19 menjadi suguhan setiap hari khalayak. Informasi yang bertebaran menyuguhkan ketidakpastian bagi pembacanya. Maka...

Muhammadiyah Perbolehkan Shalat Jum’at dengan Syarat

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Melihat terus terjadinya fluktuasi kasus Covid-19 di Tanah Air, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MCCC kembali mengeluarkan tuntunan dan...

Pembukaan Kembali Masjid, Takmir Perlu Keputusan Rasional Bukan Emosional

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dalam hal pencegahan Covid-19 meski diperbolehkan untuk melaksanakan sholat...

Muhammadiyah dan Satgas Lawan Covid -19 DPR Sepakat Memberdayakan UMKM

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI, dibawah komando Sufmi Dasco Ahmad. Rombongan...
- Advertisement -

NEW DELHI, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh Muhammad Zain Nabhan, siswa berkebutuhan khusus dari SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Zain berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Global IT Challenge for Youth with Disabilities (GITC) di New Delhi, India pada 8-12 November 2018 lalu.

Meskipun sebagai penyandang disabilitas, Zain bersama tiga peserta lainnya dari Semarang, Balikpapan, dan Jakarta berhasil membuat game kurang lebih 15 menit menggunakan aplikasi scratch.

“Kami bikin games, ada pesawat yang harus menembaki objek di atasnya. Waktu untuk membuat gamesnya 30 menit tapi 15 menit sebelum waktu berakhir, kami sudah bisa menyelesaikannya,” kata Zain.

Dalam ajang tersebut, delegasi Indonesia berhasil menjadi yang terbaik dengan raihan juara 1 individu dan tim sehingga dinobatkan sebagai Juara Umum. Juara 1 individu dalam bidang eLifemap Challenge dan eTools Chalenge diraih oleh Fayza Putri Adila. Sementara Itu, Zain bersama Bramudia Nur Alam, Fayza Adila Putri, dan Abdul Kahar meraih juara 1 grup bidang eCreatives Challenge.

GITC tahun 2018 bertajuk “Leave no one behind” diikuti sebanyak 23 tim dari 18 negara dari Asia, Pasifik, dan Eropa di antaranya seperti Korea Selatan, Inggris, China, Kazakhstan, Malaysia, dan tuan rumah India. GITC bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan daya saing anak-anak penyandang disabilitas melalui penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Atas raihannya tersebut, Zain berhasil membuat bangga SMK Muhayo dan bangsa Indonesia. Kepala SMK Muhayo, Muhaimin, SAg, MPd bersyukur atas prestasi anak didiknya tersebut, meskipun memiliki keterbatasan tetap mampu berkarya.

Sebelumnya, Zain juga berhasil meraih juara 1 Kategori Individu Internet pada kegiatan Jambore TIK 2017 yang diselenggarakan oleh Kominfo dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).(Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -