Milad 106, Haedar Nashir: Taawun itu al-Maun

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMS Kembali Menjadi Kampus Swasta Terbaik di Indonesia

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Berdasarkan lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional,...

UMY Kampus Swasta Terbaik DIY

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali berhasil menempati peringkat pertama sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keputusan Menteri Agama Tidak Memberangkatkan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2020

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun 2020 ini tidak akan ada pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia. Hal ini telah diputuskan oleh pemerintah melalui...

Siswi SMK Ahmad Dahlan Pinrang Juara Kultum Provinsi Sulsel

PINRANG, Suara Muhammadiyah - SMK Ahmad Dahlan (AD) Muhammadiyah Pinrang sukses mengakat nama baik Pinrang di tingkat provinsi. Dalam...

Gelar Silaturrahmi Idul Fitri, Pimpinan UHAMKA Optimis Hadapi Covid-19

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka melaksanakan silaturrahmi Idul Fitri 1441 H. Dalam acara yang dilaksanakan secara daring ini,...
- Advertisement -

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan Pidato Milad ke-106 di Puro Mangkunegaran Surakarta, 18 November 2018. Pidato itu disampaikan di hadapan wakil presiden republik Indonesia, wakil ketua MPR, para menteri kabinet kerja, gubernur Jawa Tengah, dan segenap tamu undangan lainnya.

Melalui tema ‘Taawun untuk Negeri’, kata Haedar, Muhammadiyah mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah dan warga bangsa untuk saling tolong-menolong untuk kebaikan dan kemaslahatan bangsa. Sebaliknya juga mencegah segala bentuk keburukan dan dosa. Dalam Muhammadiyah, taawun serupa dengan pesan al-Maun.

“Islam menjunjung tinggi taawun, tolong-menolong, toleransi, kebersamaan yang membawa kebaikan. Sebaliknya juga menolak segala bentuk tolong-menolong dalam kemungkaran, dosa, dan keburukan,” ujarnya.

Dalam hadis dikatakan, sambung Haedar, tolonglah saudaramu yang menganiaya dan dianiaya. Cara menolong yang menganiaya adalah dengan mencegahnya untuk tidak melakukan tindakan aniaya atau kezaliman. Keburukan jangan dibalas dengan keburukan yang serupa.

Hadis lainnya yang dibacakan Haedar, jangan sampai kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk melakukan hal-hal yang melampaui batas. Inilah ajaran luhur. Spirit taawun berkelindan dengan ajaran ihsan. Ajaran untuk shaleh dan belas kasih kepada siapa pun tanpa pandang bulu. Demikian juga sebaliknya, dilakukan secara seimbang.

Menurur Haedar, taawun untuk negeri digaungkan Muhammadiyah di seluruh persada negeri. Pesannya agar semua bergerak untuk peduli dan berbagi.

Dalam rangka tahun politik, Haedar juga mengingatkan, silang kepentingan tidak boleh merusak ukhuwah dan kebersamaan. Harus ada saling rela berkorban dan berbagi. Bukan saling egois dan ingin menang sendiri. (ribas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -