25 C
Yogyakarta
Sabtu, September 26, 2020

Penyakit Kaki Gajah, Perlu Cepat Berobat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Para Tokoh Meminta Pilkada Ditunda

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan agenda yang sangat penting dalam percaturan kepemimpinan di tingkat daerah maupun nasional. Selain...

Duta SMK Mutu Tegal Terima Beasiswa

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) Kota Tegal memberikan beasiswa berupa penggratisan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) kepada 15 siswa yang...

Halaqah Alim Ulama: Menghadirkan Wasathiyah Islam untuk Perdamaian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ibroh merupakan pelajaran pokok dalam Islam yang dapat diambil dengan cara menggali subtansi inti yang terdapat pada sebuah...

“Makmum” Muhammadiyah, NU Juga Tunda Muktamar

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU akan ditunda hingga akhir tahun 2021. Penundaan forum...

Baitul Arqam UMTS Digelar Daring, Perpanjang Penerimaan Mahasiswa

PADANGSIDEMPUAN,  Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar kegiatan Baitul Arqam.  Kegiatan pengkaderan yang diikuti 637 mahasiswa itu berlangsung 22-24...
- Advertisement -

Oleh: HRM Tauhid-al-Amien,M.Sc., DipHPEd., AIF

Walaupun sudah sangat lama penyakit kaki gajah berada di Indonesia, namun belakangan penyakit ini banyak dibicarakan orang. Mungkin ini merupakan akibat kian mudahnya informasi tersebar, ataupun karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan masalah kesehatan. Penyakit kaki gajah banyak terdapat di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Walaupun penyakit ini bukan penyakit yang sering mematikan, namun penyakit ini akan sangat mengganggu, karena bagian-bagian tubuh penderitanya yang membesar dan kulit yang sangat menebal itu, serta mungkin dirasa memalukan.

Hakikat Penyakit

Penyakit yang dari macam kuman penyebabnya disebut filariasis ini disebut juga kaki gajah (elephantiasis) karena penderitanya menampakkan kaki ataupun lengan yang membesar dengan kulit yang menebal, terkesan seperti kaki gajah. Penyakit ini disebabkan infeksi cacing filaria, 5-10 cm panjangnya, misalnya Wuchereria bancrofti, Burgereria malayi, atau B. timori.  Penyakit ini tergolong penyakit menahun (kronis), kadang-kadang saja keberadaannya tampak agak cepat (akut). Bila penyakit ini tidak cepat mendapatkan pengobatan, akan menimbulkan berbagai bentuk cacat menetap, misalnya saja yang berupa pembesaran kaki, lengan, ataupun juga alat kelamin, baik pada perempuan maupun laki-laki. Infeksi itu sendiri pada umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, diperlukan waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) untuk mulai dirasakan adanya penyakitnya.

Gejala akut yang cepat muncul antara lain berupa demam berulang-ulang selama 3-5 hari.  Demam dapat hilang bila istirahat, namun muncul lagi setelah bekerja berat. Kemudian muncul pembengkakan kelenjar getah bening di daerah lipatan paha ataupun juga ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas, dan sakit, tanpa ada luka infeksi di dekatnya. Peradangan saluran kelenjar getah bening selanjutnya muncul, terasa panas dan nyeri, yang bermula di pangkal kaki atau pangkal lengan menyebar ke arah ujung (retrograde lymphangitis). Pembengkakan kelenjar getah bening itu dapat tumbuh menjadi abses, kemudian pecah dengan mengeluarkan nanah serta darah. Selanjutnya tungkai, lengan, buah dada, buah zakar dapat terlihat agak memerah dan terasa panas (early lymphoedema). Jika tidak diobati nanti akan muncul gejala kronisnya, yaitu  pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, dan kantung buah zakar.

Pemeriksaan Diagnostik

Penyakit kaki gajah umumnya barulah terdeteksi meyakinkan lewat pemeriksaan mikroskopis darah penderita untuk mencari larvanya. Ini tak selalu mudah  karena microfilaria  hanya muncul dan beredar dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam saja  mulai pukul 8. Berbagai metode pemeriksaan lain juga dicoba untuk pemeriksaan penyakit kaki gajah ini. Salah satu andalannya cukup dengan mengambil beberapa tetes darah dari ujung jari orang yang diperiksa itu, dan tidak lagi harus malam hari.

Penularan

Filariasis dapat cepat ditularkan berbagai macam nyamuk, lebih dari 23 macam nyamuk, misalnya Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes, Armigeres; termasuk yang dapat menularkan malaria, chikungunya (flu tulang), maupun demam berdarah. Pada penderitanya, cacing banyak hidup di kelenjar getah beningnya, menimbulkan “klanjeran”. Anaknya berupa larva, banyak beredar dalam darahnya, yang dapat ikut terbawa darah yang diisap nyamuk yang menggigitnya. Ketika seseorang digigit nyamuk, anak parasit (larva) kemudian tumbuh di perut nyamuk untuk kemudian berpindah ke kelenjar liurnya, dan nanti akan tersuntikkan ke korban yang diisap darahnya. Larva ini kemudian terbawa aliran darah sampai ke kelenjar getah bening (lymph node), tumbuh ke bentuk dewasa, dan berpeluang menimbulkan reaksi peradangan serta membuntu saluran getah bening. Akibatnya, di daerah yang getah bening yang tersumbat atau tertahan itu akan tertumpuk zat-zat (terutama protein) yang kemudian mengalami proses peradangan lanjut, terjadilah jaringan ikat baru. Ini menimbulkan pemadatan daerah itu, kulit pun menebal. Penambahan jaringan ikat di situ dari waktu ke waktu menjadikan daerah itu kian membesar dengan kulit yang tebal, seperti kulit gajah.

Pengobatan

Dietilkarbamasin (DEC) adalah obat pembasmi filaria yang paling ampuh, obat ini mematikan cacingnya (makrofilarisidal) maupun larvanya (anaknya, mikrofilarisidal). Obat ini tergolong murah, aman, walaupun pada beberapa penderita dapat muncul efek samping tidak sulit diatasi. Obat diminum sesudah makan malam, biasanya harus obat yang diminum selama 10 hari. Untuk penderita yang sudah parah (sudah ada pembesaran-pembesaran) mungkin perlu tindak lanjut lainnya, misalnya operasi. Karena cukup aman, maka  jika ada satu orang saja penderita  kaki gajah, seluruh anggota keluarga harus minum obat DEC juga, sampai pemeriksaan darahnya memberi keyakinan bahwa aggota keluarganya tersebut bebas filaria ini.   Untuk daerah yang banyak penderitanya, diharuskan ada pengobatan massal, diberikan obat setahun satu kali dengan jenis obat DEC disertai obat cacing yang lain, Albendazole. Tindakan ini dilakukan setiap tahun selama 5 tahun.

Penutup

Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi cacing maupun larva yang berkembang dalam tubuh penderita, agar penularan dapat dihentikan. Pembasmian nyamuk dalam kegiatan menghadapi penyakit yang lain tentu saja sangat membantu.

Seseorang yang terinfeksi larva mikrofilaria selama 10-14 hari adalah penderita yang paling mudah menjadi penular penyakit ini. Mereka ini masih kelihatan normal dan tidak menunjukkan gejala, tetapi di dalam darahnya banyak mengandung larva (anak) cacing filaria ini, siap untuk ditularkan nyamuk yang menggigitnya. Untuk menyelamatkan dirinya maupun orang lain di sekitarnya, orang yang baru berkunjung dari daerah yang di situ banyak penderita kaki gajah perlu minum obat. Upaya ini jauh lebih mudah ketimbang “mengejar” nyamuk penyebar larva, yang jumlahnya sangat banyak itu. Penderita ini dituntut kesadarannya untuk menyelamatkan orang-orang dan keluarga di kiri-kanannya dengan memeriksakan diri untuk pengobatan secepatnya. Untuk kebaikan bersama, maka masyarakat juga perlu mengenali penyakit ini secara dini.

Selamatkan diri dan keluarga dengan memasang kasa jendela, menggunakan kelambu, menggunakan obat nyamuk semprot, bakar, ataupun olesan, dan membasmi sarang perkembangbiakan nyamuk. Selain itu jika ada keluarga atau tetangga yang sepertinya sakit kaki gajah segeralah ajak dia berobat ataupun laporkan ke petugas kesehatan untuk mendapat penanganan yang benar.


Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Suara Muhammadiyah edisi nomor 3 tahun 2010

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles