JK: Semangat Belajar Syarat Mutlak Memajukan Bangsa

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Dalam Tubuh TNI-Polri Ada Jiwa Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi turut menhadiri silaturahim secara virtual bersama jajaran pejabat...

Memahami Pandemi Corona dengan Jurnalisme Data

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Segala hal terkait Pandemi Covid-19 menjadi suguhan setiap hari khalayak. Informasi yang bertebaran menyuguhkan ketidakpastian bagi pembacanya. Maka...

Muhammadiyah Perbolehkan Shalat Jum’at dengan Syarat

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Melihat terus terjadinya fluktuasi kasus Covid-19 di Tanah Air, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MCCC kembali mengeluarkan tuntunan dan...

Pembukaan Kembali Masjid, Takmir Perlu Keputusan Rasional Bukan Emosional

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dalam hal pencegahan Covid-19 meski diperbolehkan untuk melaksanakan sholat...

Muhammadiyah dan Satgas Lawan Covid -19 DPR Sepakat Memberdayakan UMKM

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI, dibawah komando Sufmi Dasco Ahmad. Rombongan...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Dalam sambutanya pada pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII, Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK) menyampaikan apresiasi atas dipilihnya tema Menggembirakan Dakwah Islam, Memajukan Indonesia. menurutnya tema itu sangat menarik. “Dakwah dan bangsa itu tema yang menarik, sebab tujuan dari beragama dan bernegara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran,” ucapnya.

Indonesia sendiri, sambungnya, merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Tapi dakwah yang ditampilkan selalu bisa menyesuiakan dengan keadaan dan menggemberikan. “Sebab itu mungkin Islam di Indonesia tidak bergambar pedang dan berbeda dengan Islam di Timur Tengah yang menggunakan gambar pedang. Itu artinya dakwah Islam di Indonesia lebih kultural,” terang JK.

Semangat dakwah atau semangat beragama di Indonesia, menurut JK, itu makin hari makin bertambah. Lihat saja, katanya, maraknya pembangunan masjid dan musalla, berbondong-bondongnya orang antri pergi haji hingga puluhan tahun, serta padatnya masjid ketika shalat tarawih di bulan Ramadhan. Semua itu menunjukan semangat beragama yang baik. “Hanya satu yang bisa dikatakan masih gagal, yaitu semangat zakat. Padahal zakat dapat menopang seluruh aktivitas dakwah,” ungkapnya.

Memang dakwah merupakan kewajiban bersama, namun JK mengingatkan, semangat berdakwah dan semangat berorganisasi itu juga harus diimbangi dengan semangat membaca dan semangat belajar. “Itu syarat mutlak untuk memajukan bangsa,” tegasnya.

“Sekarang adalah era kompetisi global. Ilmu pengetahuan adalah modal besar untuk mengikuti persaingan itu,” pesan JK. (gsh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -