smamda
Berita

Berkolaborasi untuk Aksi Kemanusiaan

Seminar Aksi Tanggap Darurat Bencana MDMC (Dok Riz/SM)
Seminar Aksi Tanggap Darurat Bencana MDMC (Dok Riz/SM)

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budi Setiawan menyampaikan bahwa penanggulangan kebencanaan hanya bisa dilakukan dengan kerja sama.

Budi mengatakan bahwa kali ini MDMC bekerja sama dengan Organisasi kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF) atau yang dikenal sebagai Dokter Lintas Batas untuk melaporkan kiprahnya kepada masyarakat. “Kegiatannya yaitu pameran foto untuk menunjukkan bahwa masyarakat mengerti apa yang dilakukan MSF selama ini, ketika mereka bekerja di daerah-daerah yang tidak banyak penduduknya,” kata Budi di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD), Senin (17/12).

Menurutnya, Selain Pameran Foto juga digelar Seminar Aksi Tanggap Darurat Bencana: Peran dan Fungsi Lembaga-Lembaga Terkait. “Kami undang beberapa pihak sehingga kita bisa bertukar pikiran untuk kemudian menyiarkan kepada masyarakat penanggulangan kebencanaan hanya bisa dilakukan dengan kerja sama,” tambah Budi.

Seminar Aksi Tanggap Darurat Bencana menampikan narasumber yaitu Direktur MSF Daniel von Rege, Divisi Tanggap Darurat MDMC Zuhdiyah Nihayati, Dosen Fakultas Kedokteran UAD Ahmad Muttaqin Alim, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD DIY Danang Samsu, dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY Arif Rianto Wakil.

Divisi Tanggap Darurat MDMC Zuhdiyah Nihayati mengatakan MDMC merupakan special unit dalam Muhammadiyah yang memiliki mandat untuk penanggulangan bencana. Peran MDMC dalam penanggulangan pada seluruh sektor, tidak hanya untuk respon bahkan sebelum bencana itu terjadi seperti mengadakan pelatihan para relawan.

“Kami siapkan rumah sakit, kami siapkan klinik, balai pengobatan agar siap menghadapi bencana dalam program safe hospital,” katanya.

Setelah bencana pun, lanjut Zuhdiyah, saat masa tanggap darurat sudah selesai masih dilanjutkan secara komprehensif dengan bidang-bidang yang lain dalam program People Kampong Organizer (PKO). “Pada saat bencana kami kembangkan lagi menjadi One Muhammadiyah One Respon yang artinya dari lembaga manapun kita berasal, ketika melakukan respon kita bekerja bersama atas nama Muhammadiyah,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur MSF Daniel von Rege menyampaikan bahwa dalam memberikan bantuan kepada masyarakat pihaknya menyesuaikan kebutuhan mereka tanpa memandang ras, agama, gender, maupun pandangan politik sekalipun. MSF telah memberikan bantuan medis dan kemanusiaan di 70 negara.

Untuk menyukseskan agenda tersebut MDMC, MSF, dan UAD juga berkolaborasi dengan Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSMPB) UAD, serta Kelas Pagi Yogyakarta menampilkan perjalanan visual tentang kenyataan yang dialami oleh pasien, pekerja medis, dan masyarakat di berbagai belahan dunia. Pameran Foto Aksi Kemanusiaan dalam Potret dapat dilihat di UAD dan Kelas Pagi Yogyakarta hingga 22 Desember 2018.(Riz)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *