24.2 C
Yogyakarta
Selasa, September 22, 2020

Perempuan Lebih Beresiko Terkena Ancaman Bencana

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berdayakan Potensi Kader, NA Solo Garap Lumbung Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan cenderung makin signifikan pertambahan jumlah pasien yang positif. Konsekuensinya adalah banyak...

LLHPB ‘Aisyiyah DIY: Perhatikan Ketahanan Tubuh dan Gizi Anak Era Pendemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Webinar Seri 3 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY dengan tema Edukasi...

Kenaikan Tarif Cukai 30% Hasil Tembakau Untuk Mendukung Pencapaian Target RPJMN Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 21 September 2020, Center of Human and Economic Development ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan konferensi pers untuk...

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Penanganan Pandemi Covid-19

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 20/PER/I.0/H/2020 TENTANG PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah: Minta Presiden Pimpin Penanganan Covid-19, Tunda RUU Ciptaker, hingga Tinjau Kembali Pilkada

Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 20/Per/I.0/H/2020 Tentang Penanganan Pandemi Covid-19 Sudah lebih dari enam bulan, bangsa Indonesia...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Lingkungan Hidup – Penanggulangan Bencana (LLH-PB) Pimpinan Pusat Aisyiyah Rahmawati Husein mengatakan resiko ancaman bencana yang dihadapi perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

“Tekanan ganda dihadapi perempuan terkait pengambil alihan Sumber Daya Alam (SDA) yang merupakan sistem penghidupan. Khususnya di daerah pedesaan seperti keberlangsungan pangan keluarga,” katanya dalam Refleksi Akhir Tahun dan Pernyataan Sikap tetang Bencana Lingkungan Hidup di Indonesia di Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Sabtu (22/12).

Rahmawati mengatakan akses terhadap SDA tersebut misalnya ketersediaan air bersih, kesehatan perempuan, anak dan keluarga.

Oleh karena itu, lanjutnya, Aisyiyah memiliki Gerakan Lingkungan yang bertujuan terwujudnya kesadaran, perilaku, sikap hidup, ramah lingkungan, dan pemahaman tentang pengelolaan bencana di kalangan masyarakat umum dan warga Aisyiyah.

Kemudian Rahmawati menguraikan tentang program Gerakan Lingkungan Aisyiyah. Salah satunya peningkatan pemahaman dan kesadaran tentang lingkungan hidup serta pengelolaan lingkungan hidup yang tepat. Baik melalui sosialisasi, pendampingan, pengembangan panduan, dan materi ajar.

Beberapa hal yang dilakukan Aisyiyah, lanjutnya, seperti pengelolaan sampah. “Sampah domestik, plastik, limbah berbahaya, shodaqoh sampah, dan TOT pengurangan sampah,” kata Anggota Penasehat CERF PBB tersebut.

Selain itu, masih menurut Rahmawati, terdapat juga program pemanfaatan lahan, penanaman pohon, pendidikan serta pelatihan melalui pendidikan formal dan non-formal. “Pemanfaatan lahan tidak terpakai untuk pertanian dan perkebunan, gerakan penanaman pohon khususnya di daerah kritis, dan restorasi mangrove di pesisir,” tandasnya.(Riz)

Baca juga

Refleksi Akhir Tahun MLH: Waspada Bencana dan Peduli Lingkungan

Soroti Bencana Lingkungan, Berikut Pernyataan Lengkap MLH PP Muhammadiyah

MDMC Terima Penghargaan Ormas 2018 Bidang Penanggulangan Bencana dari Kemendagri

Wakil Ketua MDMC Dipercaya sebagai Anggota Penasehat CERF PBB

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles