IMG-20190101-WA0006
Berita

30 Personil MDMC Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Labuhan

PANDEGLANG, Suara Muhammadiyah – Hujan deras terus menerus dan kadang disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang yang menyebabkan banjir di kawasan kota Labuhan sampai pinggir pantai. Banjir terlihat mulai pasar Labuhan ke arah pantai dengan ketinggian bervariasi dan menyebabkan Jalan Raya Jendral Sudirman ditutup.

Air mulai naik ke permukiman warga sejak Senin malam pukul 20.00 dan mencapai puncaknya pukul 22.00, Senin (31/12). Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan yang saat itu berada di gudang logistik MDMC di Menes memutuskan untuk menerjunkan tim membantu evakuasi warga yang terdampak banjir. Total 30 personil diterjunkan untuk menyisir kawasan terdampak banjir yang tidak jauh dari Poskor MDMC di Komplek Muhammadiyah Labuhan.

Setelah menyisir selama kurang lebih dua jam, tim berhasil mengevakuasi warga yang bertahan di rumahnya dan dibawa ke Poskor MDMC di kompleks Muhammadiyah Labuhan. Total ada 23 jiwa yang berhasil dievakuasi berasal dari Kampung Teluk dan Kampung Sawah, terdiri dari 15 orang dewasa, 8 anak-anak. Saat ini mereka ditampung di Masjid Mujahidin di dalam kompleks Muhammadiyah Labuhan.

Salah satu warga terdampak, Endin (55 tahun) warga Kampung Sawah mengungsi bersama istri, empat anak dan bapaknya yang sudah berusia 84 tahun. Endin mengatakan bahwa di kampungnya air datang pelan-pelan sehingga mereka bisa bersiap untuk mengungsi. “Jam delapan malam air mulai naik ke kampung kami dan semua rumah di RT tempat kami tinggal tenggelam seukuran leher orang dewasa,” katanya.

Sementara Karin (32 tahun) warga Kampung Teluk Karin mengungsi bersama beberapa orang tetangganya mengatakan di kampungnya air datang cepat. “Kami waktu itu sedang di dalam rumah sedangkan listrik padam sehingga kami tidak tahu air datang tiba-tiba. Beberapa saat kemudian datang relawan yang meminta kami untuk segera pergi,” katanya.

Untuk memastikan kondisi banjir, pagi tadi Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan bersama beberapa orang relawan melihat langsung kondisi kawasan yang masih tergenang banjir sampai siang ini. “Meskipun kita disini dalam rangka respon Tsunami Selat Sunda, namun sebagai relawan harus siap membantu sesama saat dibutuhkan kapanpun dan dimanapun,” katanya saat menyampaikan briefing kepada para relawan sebelum terjun ke lokasi banjir. (Sapari)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *