35 C
Yogyakarta
Sabtu, September 19, 2020

Refleksi Tahun Baru

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Wejangan Ketua PDM Gunung Kidul dalam Pembinaan Ideologi Muhammadiyah

GUNUNG KIDUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul melakukan Pembinaan Ideologi Muhammadiyah di PCM Girisubo. Drs. H. Sadmonodadi, MA. Ketua PDM...

MDMC Respon Banjir Kalteng di Tengah Pandemi

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah -  Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kalimamtan Tengah minggu ini dan luapan sungai sungai berdampak banjir   di...

Kolaborasi HW Masa Pandemi Latgab Virtual

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Pandu Madrasah Aliyah Muhammadiyah 8 Takerharjo Solokuro sungguh mapan. Jumat, 18 September 2020 di Laboratorium komputer MAM 8...

Deklarasi Millenial Peserta Masta IMM UMP Bersama Berbagai Tokoh

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Ribuan mahasiswa Masa Ta’aruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan...

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman MKes memberikan tausiyah dalam forum refleksi akhir tahun di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, pada 31 Desember 2018. Menurutnya, manusia harus senantiasa mengevaluasi diri supaya bisa mencapai kualitas terbaik.

“Refleksi harus dilakukan terus-menerus. Tidak harus menunggu akhir tahun. Perlu selalu bermuhasabah, sehingga tidak menjadi orang yang merugi ketika menghadap Allah,” ulasnya. Kesempatan hidup di dunia adalah waktu yang singkat dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Menurut Agus, refleksi itu seperti cermin. Niatnya adalah untuk memantaskan diri. Mengevaluasi sifat buruk yang ada dalam diri. Refleksi dalam rangka mencari tahu tentang aku diri dan aku sosial. Agus mengutip perkataan Umar bin Khattab, “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab.”

Agus juga menyatakan bahwa setiap Muslim harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu terbagi menjadi yang telah terjadi, saat ini, dan masa depan. Waktu yang telah berlalu sudah tidak bisa diraih kembali. Sementara masa depan masih rahasia. “Maka, hiduplah dalam waktu sekarang. Mengisi masa kini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dalam setiap pergantian waktu, kata Agus, setiap muslim harus lebih baik dari sebelumnya. “Jika hidup hari ini lebih buruk dari masa lalu, maka dia termasuk orang yang celaka. Jika hari ini keadaannya sama dengan keadaan hari kemarin, maka termasuk orang yang tertipu. Orang beriman, kondisinya hari ini lebih baik dari keadaannya di masa lalu,” ulasnya.

Dalam konteks kebangsaan, ungkap Agus, umat Islam harus terus berkualitas dan unggul. “Kalau umat Islam maju, maka bangsa ini juga akan maju. Karena mayoritas penduduk bangsa ini adalah Muslim,” tukasnya. (ribas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles