smamda
Berita

Pangkas Kesenjangan dengan Pemberdayaan

MPM Outlook 2019 (Dok Riz/SM)
MPM Outlook 2019 (Dok Riz/SM)

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Nurul Yamin mengungkapkan bahwa setiap kali momentum politik persoalan kesenjangan masih menjadi probem bangsa Indonesia.

“Politik yang memiliki makna ideal untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat nampaknya masih menjadikan rakyat miskin sebagai retorika politik,” kata Yamin dalam Outlook MPM for Indonesia 2019 di Grha Suara Muhammadiyah, Selasa (8/1).

Menurutnya, jika diamati dari para kandidat, dari Pemilu ke Pemilu berikutnya isu tentang kemiskinan, isu tentang kelompok marjinal selalu menjadi isu yang dikemukakan. “Bahkan ditambah dengan angka-angka statistik,” imbuhnya.

Oleh karena itu menurut Yamin, MPM menyadari penuh tentang kesenjangan tersebut dan mengidentifikasi dimana titik-titik masyarakat yang termarjinalkan.

Hal tersebut ada dalam masyarakat petani, nelayan, buruh, disabilitas, kelompok marjinal perkotaan, pemulung, tukang becak, dan juga kelompok masyarakat di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal).

“Sejak tahun 2005 ketika MPM ini dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai akselerasi dari Lembaga Buruh Tani dan Nelayan kita fokus pada isu-isu itu,” ungkap Yamin.

Dalam agenda tersebut menghadirkan Ahmad Ma’ruf (Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah), Amir Panzuri, Arni Surwanti (Koordinator Divisi Difabel) dan Suadi (Divisi Pertanian Terpadu). (Riz)

Baca juga

Inspirasi Ahad Pagi MPM, Belajar Semangat dari para Difable

Majelis Tarjih dan MPM Adakan Workshop Fikih Difabel

MPM Dampingi Petani Berantas Hama Tikus

Teologi Integrated Farming System

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *