Saatnya Umat Islam Bangkit dalam Bidang Sains

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Majalah Suara Muhammadiyah Kembali

https://www.youtube.com/watch?v=aVUV2i1xMD0 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua bulan ternyata terlalu lama untuk ditunggu, ketika setiap hari hanya menumpuk...

Teliti Parenting Kecerdasan Majemuk, Dosen Unmuh Ponorogo Raih Gelar Doktor

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anak adalah amanah Allah SWT yang wajib dijaga dan diasuh dengan sebaik-baiknya. Sejak pertama kali dilahirkan seorang anak...

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...
- Advertisement -

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah – Pendiri Pesantren Sains (Trensains) Sragen Agus Purwanto menyampaikan Kuliah Umum di Pesantren Muhammadiyah Amanah Kota Tasikmalaya, Sabtu (5/1). Ahli Fisika lulusan ITB dan Universitas Hirosima Jepang membahas tafsir ayat-ayat semesta seperti yang ada dalam buku karangannya Ayat-Ayat Semesta dan Nalar Ayat-Ayat Semesta.

Guspur mengawali  Kuliah Umum dengan penyajian fakta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di negara Amerika dan Jepang serta melihat kondisi IPTEK di negara-negara mayoritas Islam yang sangat jauh tertinggal.

“Ketertinggalan ini bukan tanpa sebab. Negara negara mayoritas Islam lebih cenderung banyak membicarakan fiqih dan tasawuf  dibandingkan dengan mengkaji sains berbasiskan Al Qur’an. Maka jangan heran jika perkembangan sains dan teknologi sangat lambat. Masyarakat lebih cenderung sebagai konsumen atau user daripada produsen,” ungkap Gus Pur.

Menurutnya kini saatnya umat Islam bangkit dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memulai dari kajian ayat-ayat sains dalam al-Quran. “Al Quran kaya akan ayat ayat yang berkaitan dengan alam dan perilakunya. Ada 800 ayat tentang alam dan perilakunya serta 160 ayat hukum fiqh. Tapi mengapa ulama kita lebih sering membahas 160 ayat fiqh daripada yang 800 ayat tentang alam? Inilah salah satu penyebab kemunduran sains di negara kita,” urainya.

Kemudian Anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah tersebut menuturkan bahwa dalam Al Quran dijumpai ayat ayat yang mendorong manusia untuk berpikir dan mengadakan riset atau penelitian. Lafadz Ya’qilun, ta’qilun, tatafakkarun, yatafakkarun, merupakan empat contoh lapadz yang memotivasi manusia untuk mendayagunakan pikiran dan mengadakan penelitian. Contoh di Al Quran disinggung tentang semut, lebah, serangga, nyamuk, besi, bintang, bulan, bumi, matahari, hingga makanan.

Ayat ayat tersebut, kata Gus Pur, idealnya menggerakan manusia untuk meneliti secara mendalam mengapa justru semut yang diangkat dalam Quran, lalu lebah dengan madunya yang berhasiat tinggi, besi yang darinya terbentuk berbagai produk, nyamuk yg efeknya luar biasa jika menggigit manusia, bumi matahari bulan bintang darinya terbentuk ilmu astronomi dan geografi.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh para jajaran Pimpinan Daerah Muhammadh Tasikmalaya, PCM, PRM, Pimpinan dan pengasuh Ponpes Amanah, santri Amanah, serta sejumlah pimpinan Ortom. (Alung Rawawi)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -