30 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 5, 2020

Kader Mubaligh Jadi Fokus IMM Djazman

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Desember Diperkirakan Belum Aman Covid-19, Muhammadiyah (Kembali) Putuskan Menunda Muktamar

Yogyakarta, suaramuhammadiyah.id. Empat bulan sudah covid-19 membersamai kita dan sampai hari ini wabah tersebut belum juga menunjukan tanda-tanda akan segera menurun. Melandai...

Haedar Nashir: Masalah RUUHIP Bukan Masalah Umat Islam Vs Pemerintah

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, menyampaikan bahwa selama empat bulan masa pandemi yang memprihatinkan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah...

PusdikHAM Uhamka: RUU HIP Sebaiknya Dihentikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi dan Pendidikan dan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menggelar sebuah Webinar terkait...

Kematian Pangeran Arab Saudi yang Masih Misteri

RIYADH, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Fisal Al...

Bimtek IT, Dikdasmen PDM Magelang Mengawal Pembelajaran Online

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru dituntut lebih dalam...
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta sukses menyelenggarakan Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (PM3) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pelatihan ini diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bantul Yogyakarta, Sabtu-Senin (19-21/1).

Pelatihan yang bertujuan untuk melahirkan mubaligh-mubaligh muda yang paham akan kebutuhan dakwah ini mengangkat tema, “Transformasi Gerakan Dakwah dalam Menjawab Tantangan Generasi Milenial”. Harapannya, peserta yang telah mengikuti PM3 ini tidak hanya dapat berdakwah secara konvensional namun juga dapat berinovasi dalam penyampaian dakwahnya, sehingga dapat diterima oleh generasi millenial.

Muhammad Isa Anshori selaku Ketua Umum PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta menyampaikan, “Dengan adanya PM3 ini diharapkan dapat membangunkan kembali majelis-majelis tabligh di daerah masing-masing peserta. Semoga alumni PM3 ini kedepannya dapat menjadi sosok  yang berada di garda paling depan dalam berdakwah.”

Agenda pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Giyok Sutanta selaku Pemerhati IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta. Giyok berpesan seorang mubaligh sebagai sosok yang mempelajari Al Qur’an hendaknya bersedia untuk mengajarkan dan menyampaikannya.

“Seorang mubaligh hendaknya mendapatkan hikmah dari ilmu yang ia pelajari. Satu ilmu jika diamalkan akan menumbuhkan ilmu baru. Ibarat jika kita meminum air, rasa air hanya akan diketahui oleh orang yang telah meminumnya. Maka, amalkan ilmu agar ilmu itu berkembang,” ungkapnya.

Turut hadir Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta Fathoni Siraj yang menyampaikan banyak masjid-masjid Muhammadiyah dalam lingkungan Kota Yogyakarta membutuhkan mubaligh-mubaligh muda untuk memakmurkannya. “Harapannya alumni PM3 dapat menyampaikan nilai-nilai Muhammadiyah di masyarakat melalui gerakan memakmurkan masjid,” tambah Fathoni.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sebanyak 42 peserta. Terdiri dari 32 peserta yang berasal dari PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta, delapan peserta berasal dari PC IMM Purworejo dan dua peserta berasal dari Komisariat IAIN Pekalongan. (Rina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles