Haedar Nashir: Membaca Dan Menulis Bikin Otak Segar

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Langkah Strategis MCCC Kalsel, Bantu Masyarakat hingga Tenaga Medis

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kalimantan Selatan telah jalankan beberapa program di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, sejak...

Jenazah Covid-19 Harus Diterima dan Diperlakukan dengan Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasien yang meninggal akibat Covid-19 harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Menurut Putusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pasien Covid-19 yang...

Menumbuhkan Semangat Berbagi di Tengah Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak virus Corona, Suara Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan berbagi sembako. Kegiatan ini ditunjukkan...

Bantu Pemerintah, Muhammadiyah Pinrang Bentuk Tim MCCC

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pinrang membentuk tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tim tersebut dibentuk dalam rangka...

Ikhtiar 35 Rumah Sakit Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Rawat Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah hampir satu bulan melaksanakan tugas penunjukan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) tempat perawatan pasien Covid-19, secara...
- Advertisement -

BENGKULU, Suara Muhammadiyah – Apresiasi mendalam disampaikan oleh Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas kehadiran mayoritas peserta milenial pada bedah buku Indonesia dan Keindonesiaan, Rabu (13/2/19). Buku tersebut merupakan karya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diterbitkan oleh penerbit Suara Muhammadiyah.

“Saya sangat apresiasi atas banyaknya peserta yang hadir, terutama peserta muda putri yang justru lebih dominan,” ucapnya yang kemudian disambut dengan tepuk tangan ratusan peserta yang hadir di Gedung KHA Dahlan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Haedar mengaku layak menyampaikan apresiasi ini mengingat makin banyaknya orang yang tidak tertarik dengan buku, jauh dari dunia literasi. Apalagi, katanya, di tahun politik seperti sekarang ini justru kebanyakan lebih tertarik dengan isu-isu politik. Karenanya ia mengaku senang.

Buku Indonesia dan Keindonesiaan, Haedar bercerita, ditulis dalam waktu kurang lebih empat bulan dan disusun secara serius. “Ini merupakan tulisan yang saya kumpulkan, yang saya tulis di sela-sela kesibukkannya, sembari menunggu jam terbang pesawat di bandara atau di stasiun. “Saya sering melakukan itu di sela-sela menunggu pesawat atau kereta,” ucapnya.

Karenanya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berpesan, agar para generasi milenial memiliki kebiasaan membaca dan menulis. Sebab ini merupakan wahyu Allah SwT pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw.

“Membaca dan menulis bisa bikin otak seger,” ujar Haedar.

Turut hadir pada launching dan bedah buku ini Suyatno dan Marpuji Ali Bendahara Umum dan Bendahara PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas Ketua PP Muhammadiyah, Siti Noordjannah Djohantini Ketua Umum PP Aisyiyah, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu Syaifullah.

Sedang hadir sebagai pembedah adalah Ledyawati Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Tatang Badrun Taman dari Kantor Staf Presiden Deputi Komunikasi Politik. (gsh)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles