25.6 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Mendikbud: Indonesia Punya Modal Menjadi Negara Adidaya

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Khutbah Ta’aruf Hajriyanto di SMP Mutual: Pentingnya Komunikasi dan Menjalin Relasi

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Salah satu aspek yang akan menentukan keberhasilan dimasa mendatang adalah sejauh mana kemampuan berkomunikasi serta menjalin relasi dengan...

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...

Olah Inovasi Produk dari Bengkuang, Pertanian UMP Dampingi Desa Linggasari

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan program tahunan yaitu Program Desa Mitra terhadap Desa atau Daerah yang mempunyai...
- Advertisement -

BENGKULU, Suara Muhammadiyah– Indonesia merupakan negara besar dengan semangat kesatuan dan persatuan yang besar. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy pada seminar nasional pra Tanwir di Gedung KHA Dahlan kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu ( UMB), Kamis (14/2/19).

Modal semangat persatuan dan kesatuan itu, kata Muhadjir, tidak dimiliki oleh negara besar lain. Lihat saja Uni Soviet dan beberapa negara di Timur Tengah. Hari ini mereka pecah menjadi negara-negara bagian, bahkan beberapa negara di Timur Tengah hancur. “Iraq hancur karena perang saudara dengan Iran, Syiria hancur karena ISIS,” terangnya.

Indonesia, lanjut Muhadjir, tidak hanya memiliki modal persatuan dan toleransi yang baik, tapi juga modal agama yang juga berbeda dengan negara lain. “Sekarang China sedang proses menuju negara adidaya, tapi bisa juga tidak jadi karena mereka tidak memiliki modal agama, sebab menganut paham komunis,” ulasnya.

“Bisa jadi justru Indonesia yang akan menjadi negara kuat berikutnya, sebab negara ini adalah negara besar dan punya modal agama yang baik,” imbuh Muhadjir.

Nah sekarang, Mendikbud mengatakan, bagaimana kemudian negara yang besar ini bisa maju. Jadi harus ada upaya nyata untuk memajujan bangsa ini. Indonesia harus berkemajuan.

Sebagaimana UMB, Mugadjir mencontohkan, untuk maju maka langkah pertama adalah pembangunan. “UMB belum lama berdiri tapi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Itu karena pembangunan. Jadi pembangunan adalah pra syarat untuk menuju berkemajuan,” tuturnya.

Seminar nasional bertajuk Agama dan Pendidijan yang Mencerahkan ini menghadirkan dua narasumber. Yaitu Sakroni Rektor UMB dan Sutrisno Guru Besar UIN Suka Yogyakarta. Sedang peserta terdiri dari guru dan kepala sekolah Mugammadiyah se-Bengkulu. (gsh).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles