smamda
Berita

Bantuan dari Masyarakat, Lazismu Resmikan Ruang Kelas di Rejang Lebong Bengkulu

Dok Lazismu
Dok Lazismu

REJANG LEBONG, Suara Muhammadiyah – Pemerataan akses pendidikan menjadi perhatian semua pihak. Terutama kesediaan sarana prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar.  Melalui program Save Our School (SOS) Lazismu memberikan bantuan ruang kelas untuk MTs Muhammadiyah Curup dan School Kit  yang berada di Pondok Pesantren di Desa Kampung Delima, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Rabu (13/2).

Secara resmi ruang kelas yang sudah berdiri tersebut diresmikan oleh Lazismu sebagai rangkaian kegiatan pra Tanwir Muhammadiyah yang berlangsung pada 15 – 17 Februari 2019. Peresmian ditandai dengan membuka tirai yang papan namanya bertuliskan “Bantuan Ruang Kelas Hasil Donasi Masyarakat Melalui Lazismu” oleh Badan Pengurus Lazismu, Nuryadi Widjiharjono disaksiikan oleh Bupati Rejang Lebong dalam hal ini diwakili Mudjiarto selaku Staf Ahli  Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Direktur Program Lazismu, Barry Adtiya, Ketua PDM Rejang Lebong Lukman Aksa, jajaran Kementrian Agama, Polres dan Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong, Lazismu Wilayah Bengkulu diwakili Rahmat Yudi Tofani, Baznas Kabupetan Rejang Lebong serta Pimpinan Daerah Aisyiyah dan Lazismu Rejang Lebong, PCM Curup Timur dan Ortom sekabupaten Rejang Lebong.

Mewakili Bupati Rejang Lebong, Mudjiarto mengatakan hal penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk di muhammadiyah, bahwa membina akhlak dan kecerdasan sejalan dengan apa yg diimpikan bupati Rejang Lebong. Anak-anak didik kita harus dikuatkan karakternya untuk menambah kuat kecerdasannya. “Bupati mengucapkan terima kasih atas bantuan Lazismu, sehingga dapat turut memberikan sumbangsihnya memajukan pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong,” tandasnya. Semoga Lazismu dapat mengembangkan program-program yang bermanfaat untuk masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Lukman Aksa selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rejang Lebong mengungkapkan hari ini pengajian dan peresmian bantuan ruang kelas lewat program SOS merupakan program pendidikan yang dilaksanakan Lazismu. “Terima kasih kepada Lazismu atas program SOS dan layanan kesehatan gratis yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Lukman.

Menurutnya Lazismu diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada kami agar informasi-informasi yang ada dapat menambah semangat perjuangan ini.

Dalam tausiyahnya, Badan Pengurus Lazismu, Nuryadi Widjiharjono, mengutarakan, bahwa kita semua harus belajar dari sejarah Muhammadiyah. “Belajar bagaimana dakwah dan pendidikan berjalan dan berkembang hingga hari ini,” kata Nuryadi.

Menurutnya semangat pencerahan dan berkemajuan ini harus terus hidup. “Momentum tanwir di Bengkulu ini adalah semangat pencerahan untuk tetap bergerak maju,” paparnya.

Karena itu, tidak hanya sarana dan prasarana yang ditingkatkan, kemampuan guru di MTs Muhammadiyah Curup juga harus ditingkatkan agar pembelajaran agama Islam dan kemuhammadiyahan mencerahkan santriwan dan santriwati.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Muhammasiyah Curup, Joni Antoni yang juga selaku Ketua Panitia mengucapakan terima kasih atas berdirinya ruang kelas dan donasi masyarakat yang memercayakan kepada Lazismu sehingga Ponpes Muhammadiyah Curup dapat melengkapi sarana dan prasarananya, “Untuk kelancaran kegiatan belajar dan mengajar kami memerlukan bantuan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).”

Mengapa sekolah ini mendapat bantuan, Joni menambahkan, setelah pindah ke Desa Kampung Delima, mulai dilirik berbagai pihak. Murid bertambah dan lahan lebih luas yang didukung sarana untuk kegiatan belajar termasuk memiliki satu masjid sendiri. Hingga akhirnya animo masyarakat besar untuk sekolahkan anak-anaknya di sini. “Murid bertambah, ruang kelas kurang, maka lazismu memberikan bantuan dalam bentuk 3 ruang kelas,” ujarnya.

Ke depan kami akan menambah aula serba guna. “Syukur alhamdulillah hasil lelang penambahan ruang aula dalam acara ini terkumpul dana dari masyarakat sebesar  Rp 5.500.000 untuk mengawali bahwa donasi ini telah dibuka,” katanya. Silakan informasi ini disampaikan kepada kerabat dan saudara-saudara lainnya, tambah Joni.

Joni mengatakan MTs ini sejak 2004 terus berkembang. Dengan lokasi yang baru ini animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sini semoga semakin tinggi dan murid-muridnya segera bertambah. MTs ini berdiri pada 1988 di Talang Rimbo Baru, hingga akhirnya pindah lokasi sampai 2004 di Desa Kampung Delima. (author)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *