smamda
Khutbah

Keistimewaan Jalan Kaki

Jalan Kaki

Oleh: Bara Cita Mahendra

Assalaamu’alaikum Wr Wb 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ 

Jamaah rahimakumullah

Memulai khutbah ini, saya serukan kepada diri pribadi dan jamaah semua untuk senantiasa miningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Bertambahnya iman dan taqwa kepada-Nya tentu semakin berpengaruh terhadap kualitas ibadah kita dan kualitas amaliyah kita. Amin ya rabb al-‘alamin. Tak lupa shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, sebagai panutan yang senantiasa kita teladani.

Jamaah rahimakumullah

Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah. Dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah terhadap perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau bersikap lemah.” (HR. Muslim).

Penafsiran hadits di atas adalah mengenai kuat secara mental dan fisik. Khusus untuk fisik, bisa kita lakukan dengan berolahraga. Sebagian besar dari kita menganggap penting karena bermanfaat besar di dalamnya. Dalam tulisan berjudul “Is there evidence that walking groups have health benefits? A systematic review and meta-analysis” didapatkan  fakta bahwa “berjalan” memberikan pengaruh yang baik. Selain untuk mengisi waktu luang (liburan,) juga meningkatkan fisik untuk kesehatan, ditambah sebagai nilai sosial masyarakat. Lebih spesifik lagi bagi mereka yang lanjut usia dikarenakan kebutuhan dan juga motivasi untuk berubah.

Penulisnya juga mengutip informasi dari departemen kesehatan di negaranya, bahwa kecepatan berjalan rata-rata  berkisar 3-5 mil/ jam setara dengan 5-8 km/jam. Ini dianggap sebagai suatu kebiasaan yang secara aktif berpeluang mencegah kematian dini yang menimpa masyarakat. Ini juga bisa menjadi “revisi” bagi persepsi, bahwa saat berusia lanjut cara menikmatinya adalah dengan bersantai saja. Secara umum kita telah mengetahui, bahwa seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan mengalami penurunan (cepat ataupun perlahan) sehingga perlu langkah untuk mengendalikan. Penurunan fungsi organ tubuh ini diantaranya dikarenakan pola hidup dan konsumsi makanannya.

Jamaah rahimakumullah

Memperhatikan hal di atas, untuk kita yang muslim, maka “berjalan” bisa menjadi olah raga  pilihan. Mencermati dari “hasilnya” yang menyehatkan, insya Allah juga berpahala berdasarkan tempat yang kita tuju. Dalam hal ini tempat yang kita tuju dengan berjalan kaki  adalah masjid. Kita bisa merujuk  pada sabda Rasulullah SAW tentang hal ini. Meski tidak bisa begitu saja kita menafsirkan berdasar kalimat, dikarenakan pertimbangan jarak dan waktu  serta keluarga yang kita tinggalkan.

Diriwayatkan oleh imam Bukhari No. 616 – Kitab Adzan (Mengharapkan pahala dari langkah-langkah kaki). Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin Hawsyab berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahhab berkata, telah menceritakan kepada kami Humaid dari Anas bin Malik berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Bani Salamah, tidakkah kalian mengharap pahala dari langkah-langkah kalian?”

Demikian juga dalam Q.S. Yasin ayat 12, Allah SWT berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُمْ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

Artinya:
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Jamaah rahimakumullah

Apabila rumah dan tempat kita bekerja sekitar masjid berjarak seratus atau dua ratus meter bisa menjadi kebiasaan yang perlu kita lakukan. Bila kita dalam kondisi sehat, seratus meter bisa kita kalikan dua (pulang pergi). Kemudian kita kalikan lima dalam satu hari, berarti sekitar satu kilometer telah kita tempuh. Insya Allah bisa mempengaruhi kebaikan dalam kesehatan.

Secara sosial, melengkapi yang telah terjadi di masjid (berjamaah) maka keluar dari masjid juga terjadi komunikasi saat “berjalan”. Keakraban bagi para pencari nafkah yang telah mengisi masjid mungkin di tempat kerja maupun rute kerjanya saat dhuhur dan ashar. Kesemuanya bisa jadi memberi pengaruh untuk masa depan fisik yg kita miliki. Ini menjadi modal untuk kebiasaan dan pola hidup masa tua kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Khutbah kedua

الْحَمْدَ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ  وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ فِيْ سُنَتِهِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ اِتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ.

Di khutbah yang kedua ini saya mengajak diri saya sendiri dan segenap jamaah untuk berperilaku seimbang. Di mana bisa melalui aktifitas olahraga secara rutin sebagai penyeimbang. Olah raga, salah satunya adalah berjalan dapat mendekatkan diri pada lahirnya tubuh yang sehat dan kuat, sekaligus makin dicintai oleh Allah SWT.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.  اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ.


Alumni SMA Muhammadiyah Bumiayu dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *