24 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Perubahan Tarif Cukai dan Layer Rokok Jadi Sorotan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

TANGERANG SELATAN, Suara Muhammadiyah – Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) menggelar diskusi melalui Center of Human and Economic Development (CHED) ITB-AD menggelar Ngaji Ekonomi di Cafe Undertwenty ITB-AD, Selasa (26/2).

Agenda CHED ITB-AD yang merupakan pusat studi dengan program salah satunya yakni Ahmad Dahlan Tobacco Control tersebut menaggapi Terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 156 Tahun 2018 terkait simplikasi cukai tembakau. Tentunya itu berimplikasi pada nasib masyarakat secara umum, begitu pula dengan petani tembakau dan industri rokok nasional.

Rektor ITB-AD Mukhaer Pakkanna dalam sambutannya mengatakan hadirnya PMK 156/2018 yang diandatangani tanggal 12 Desember 2018 kental aroma politiknya. PMK 156/2018 yang menggantikan PMK 146/2017, sangat memberi tempat kepada petani tembakau dan industri kretek.

“Padahal petani tembakau sangat terbatas dan industri rokok sendiri dimilki pengusaha besar (Kapitalis). Sementara, prevelensi merokok masyarakat terutama pada anak-anak dan masyarakat miskin jauh lebih besar dibandingkan pendapatan cukai yang diberikan ke negara,” katanya.

“Dibalik keuntungan industri rokok di Indonesia, ada transaksi ekonomi politik yang terjadi,” imbuh Mukhaer.

Hadir menjadi narasumber yaitu Abdillah Ahsan yang menjelaskan bahwa sebenarnya win win solution untuk pemerintah adalah tetap melanjutkan PMK 146 tahun 2017. Serta tidak perlu adanya perubahan regulasi atas cukai dan simplifikasi produk tembakau.

Sementara kepala Program ADTC dan juga Kepala CHED ITB-AD Roosita MD mengungkapkan agenda tersebut diselenggarakan dalam rangka mengkaji perubahan aturan cukai dan layer rokok terbaru melalui PMK 156/2018 dengan pendekatan ekonomi dan dampaknya terhadap masyarakat umum dan para pemangku kebijakan di dalamnya.

“Ke depan, melalui CHED ITB-AD ini, banyak kajian-kajian berkenaan dengan ekonomi yang akan dilaksanakan, khususnya isu ekonomi yang berdampak langsung terhadap masyarakat,” tandasnya. (Suparman)

Baca juga

Miris dengan Baby Smoker, Memerdekakan Generasi Muda dari Jeratan Rokok

Konsolidasi Jaringan Tobacco Control Muhammadiyah

Hidroponik Solusi Bisnis dan Pangan Sehat

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles