smamda
Bina Jamaah

Koperasi PCM Sunggal Beromset Puluhan Miliar

Gedung Koperasi Simpan Pinjam Surya Abadi Mandiri PCM Sunggal Medan (Dok SM)
Gedung Koperasi Simpan Pinjam Surya Abadi Mandiri PCM Sunggal Medan (Dok SM)

Koperasi Simpan Pinjam Surya Abadi Mandiri yang beralamat di Jalan Sei Mencirim, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang menjadi amal usaha unggulan PCM Sunggal. Berkat itu, PCM Sunggal dinobatkan sebagai salah satu Cabang terbaik tahun 2017 pilihan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting PP Muhammadiyah. Di tahun 2007 dan 2017, koperasi ini juga menoreh prestasi di tingkat nasional.

Ketua PRM Medan Krio M Amaluddin, MA, merinci berbagai kontribusi koperasi ini. Itu mencakup bantuan untuk perbaikan jalan, pembuatan parit, memberi bantuan ambal/ karpet masjid, mendanai kegiatan masjid, memberikan tempat pemandian jenazah untuk masjid-masjid, hingga menggelar khitanan gratis bagi anak kurang mampu. Tersedia pula pinjaman dana untuk pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah. Beberapa AUM dibangun melalui bantuan yang disediakan koperasi ini. Bantuan itu dipakai untuk berbagai sasaran, mulai dari pembebasan lahan hingga biaya pembangunan.

Koperasi yang bermodal awal Rp 400 ribu itu telah memberi manfaat kepada ribuan orang. “Sekarang koperasi sudah punya aset Rp 32 miliar dengan jumlah anggota sekitar 1680 orang,” tutur Delli Ginting, Ketua KSP Surya Abadi Mandiri sekaligus Ketua PCM Sunggal.

KSP ini berdiri atas prakarsa para jamaah Masjid Muhammadiyah Medan Krio. Para jamaah saling berbagi kisah setelah shalat Maghrib hingga azan Isya. Beberapa mengalami kesulitan untuk melunasi biaya sekolah anak dan untuk kebutuhan lainnya sehingga berakhir dengan meminjam ke rentenir.

“Ada anggota persyarikatan, seorang pedagang keliling. Dia mau meningkatkan usahanya tetapi tidak punya modal. Kebetulan, pada saat itu, tahun 1997, saya menjabat sebagai Ketua Ranting Medan Krio. Saya mengambil inisiatif. Beberapa anggota tim saya kumpulkan,” katanya. Delli menghimpun dana dari sesama jamaah untuk saling membantu meringankan beban. “Pada saat itu terkumpullah dana sekitar Rp 400 ribu,” kisahnya.

Ternyata prakarsa kecil itu diminati para jamaah sehingga mereka tergerak untuk mendirikan sebuah lembaga resmi. “Tahun 1999 kita mengurus badan hukumnya ke Dinas Koperasi Kabupaten Deli Serdang. Jadi, sebenarnya koperasi ini berada di Ranting. Koperasi ini pada hakekatnya ya milik anggotanya (dari beragam latar belakang), walaupun yang mengurusi itu orang-orang Muhammadiyah,” ujarnya.

Di saat koperasi lain kewalahan mencari anggota dan nasabah, Koperasi Surya Abadi Mandiri malah harus membatasi anggotanya. Menurut Delli, pembatasan itu dilakukan karena antusiasme masyarakat yang begitu tinggi untuk bergabung. Prinsipnya adalah mengutamakan pelayanan maksimal, dan bukan memiliki jumlah anggota banyak, tetapi tidak terlayani dengan baik.

Selain simpan pinjam, ada beragam program yang ditawarkan. Salah satunya santunan sosial. “Ada juga wakaf tunai seribu rupiah per orang. Sampai sekarang, dana wakaf yang terkumpul itu kita gunakan sebagai modal usaha. Dan dari sana kita membeli ambulans gratis untuk masyarakat umum,” terangnya.

Jamaah Muhammadiyah dari lima Ranting di bawah PCM Sunggal juga menuai manfaat dari kehadiran koperasi ini. “Kalau misalnya anggota Ranting itu butuh dana talangan yang tidak terlalu besar, maksimal Rp 2,5 juta, atas rekomendasi Pimpinan Ranting (Muhammadiyah atau Aisyiyah), mereka kita berikan dana yang tidak dikenakan biaya apapun,” kata Delli. (ribas/gsh)

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah SM Edisi 8 tahun 2018 dengan judul “Koperasi Beromset Puluhan Miliar
Kuatkan Ekonomi Jamaah”

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *