Keterampilan Pustakawan Ditingkatkan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

MHH PWM Sumut Kutuk Keras Pelaku Teror yang Catut Muhammadiyah Klaten

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara (MHH PWM Sumut) mengutuk keras tindakan teror dan...

MCCC Sumut Genjot Bantuan Edukasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah - MCCC Sumatera Utara terus menggenjot kegiatan penyaluran bantuan dan edukasi. Berbagai upaya terus dilakukan agar upaya penghentian pandemi...

Haedar Nashir: Buya Syafii Tokoh Spesial Muhammadiyah dan Bangsa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Tahniah 85 tahun Buya Ahmad Syafii Maarif yang bertepatan pada tanggal 31 Mei 2020, Ketua Umum...

Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok dan Corona

Setiap tanggal 31 Mei, masyarakat global selalu memperingati hari tanpa tembakau sedunia setiap tahunnya. Istilah sederhananya, warga +62 menyebutnya dengan ‘hari bebas...

Kak Seto: Indonesia Dibekap Covid-19, Disekap Bahaya Rokok

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia ikut menyampaikan pidato pada agenda Gelar Budaya Amal Muhammadiyah, Sabtu...
- Advertisement -

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menjadi tuan rumah pelaksanaan ToT Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (FPPTMA) Wilayah Jawa Barat, Senin (25/3).

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama adalah ToT Literasi Informasi dengan pemateri Novi Diana Fauzie, SS, MA., pustakawan dari UMY. Peserta kegiatan hari pertama adalah pustakawan dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah, khususnya pustakawan PTMA se-Jawa Barat. Hari kedua adalah rapat koordinasi yang hanya diikuti oleh anggota FPPTMA Wilayah Jawa Barat mengambil lokasi di obyek wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya.

Menurut Koordinator FPPTMA Wilayah Jawa  Barat, Yanti Sundari, SSos, Rapat Koordinasi FPPTMA ini dilaksanakan setiap tahun dan kali ini bertempat di Umtas. Penambahan kegiatan dengan diselenggarakannya ToT Literasi Informasi tahunan ini diharapkan dapat meningkatkan skill pustakawan.

“Pustakawan dikenal cenderung pasif menunggu peminjam buku saja. Dengan adanya Training of Trainer ini, harapannya dapat terlahir pustakawan yang aktif. Artinya, mereka akan menjadi trainer yang dapat menggerakkan literasi di kalangan civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa. Khususnya di perguruan tinggi, outputnya dilihat dari aktivitas literasi dosen dan mahasiswa, misalnya dalam menulis jurnal, penelitian, dan lainnya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kelik Nursetyo Widiyanto, Ketua Majelis Pustaka Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat (MPI PWM) menyambut baik acara ini. Ia mengatakan, ini adalah kegiatan yang revolusioner. “Ini usaha yang bagus untuk menghidupkan pustakawan. Menggerakkan perpustakaan kampus tidak lagi sepi. Apalagi acara ini rutin dilakukan setiap tahun, artinya kemampuan pustakawan terus di-upgrade sehingga akan hadir pustakawan yang handal di setiap kampus PTMA,” terangnya.

Di era digital, menurutnya, perpustakaan tetap tidak tergantikan. “Ia hanya shifting saja. Bergeser. Tidak menghilang. Memang zaman sekarang kita dapat mendapatkan informasi dari berbagai sumber , misalnya internet. Namun, suasana perpustakaan itu tetap tidak tergantikan. Misalnya, anak SD yang belum diperbolehkan memegang gadget tetap harus kita perkenalkan ke perpustakaan, karena keinginan membaca mereka tetap harus kita jaga,” paparnya. Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk menghidupkan perpustakaan dengan berbagai aktivitas literasi sehingga suasana yang dirasakan ketika berada di perpustakaan adalah enjoy dan tidak menjenuhkan.

Pada kesempatan tersebut juga di-launching Muhammadiyah Corner oleh Rektor Umtas, Dr Ahmad Qonit AD, MA. Muhammadiyah Corner adalah tempat khusus di perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang kemuhammadiyahan. Dengan adanya Muhammadiyah corner ini diharapkan kader muda muhammadiyah khususnya mahasiswa Umtas dapat menjadi kader sejati yang mengilmui gerakan ini dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar ikut-ikutan belaka. (nu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -