Kebakaran Hutan
Khutbah

Bencana

Oleh : Achmad Afandi

 Assalaamu’alaikum Wr Wb

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.  Mengawali khutbah ini saya serukan untuk selalu bersyukur kepada Allah swt. atas semua limpahamn nikmat-Nya kepada kita. Selanjutnya saya mengajak kepada diri  pribadi saya dan juga para jamaah sekalian untuk berupaya secara terus menerus memperbarui dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas amal ibadah, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Shalawat serta salam semoga Allah limpahkan kepada Rasulillah Muhammad saw.

Jamaa’ah jumat yang berbahagia. Allah swt. berfirman di dalam QS: al-A’raf (6) 56,

وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Ayat di atas secara jelas mengingatkan kita semua agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan rusaknya bumi ini.  Kerusakan di bumi dapat kita bagi menjaid dua macam, yaitu rusak lingkungan alamnya.  Rusaknya lingkungan alam terjadi karena ulah manusia sendiri.  Alam pegunungan yang rimbun dengan pepohonan dan sejuk kemudian ditebang dan digunduli karena keserakahan manusia.  Akibatnya, pegunungan menjadi gersang, panas dan bahkan menyebabkan erosi, banjir atau longsor.  Sungai yang airnya jernih dibuangi sampah sehingga menjadi kotor dan mencemari air tanah serta sumur sehingga terjai kesulitan air bersih.

Jadi jama’ah shalat jumat yang di rahmati Allah, sesungguhnya rusaknya alam semesta ini bukan semata-mata karena kehendak Allah swt. tanpa sebab.  Akan tetapi, manusia mempunyai andil yang cukup besar. Coba simak QS: ar-Ruum (30): 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Untuk itu, marilah kita berusaha mengendalikan diri kita dari sikap kerserakahan dan sikap ketidakpedulian terhadap lingkungan yang menyebabkan rusaknya lingkungan alam.  Mari kita rawat lingkungan alam di sekitat kita yang tentu hasilnya pun akan bermanfaat bagi kehidupan kita semua.

Jama’ah shalat jumat rahimatullah, selain kerusakan lingkungan alam, kerusakan yang tidak kalah berbahayannya adalah kerusakan lingkungan sosial, kerusakan komumitas sosial akibat dari prilaku sosial anggota masyarakat yang menyimpan. Jika kita perhatikan, betapa di era modern saat ini prilaku sosial anggota masyarakat yang menyimpang begitu akutnya.  Gaya hidup pergaulan bebas sudah menjadi trend masyarakat sekarang.  Banyak anggota masyarakat yang hidup tanpa mau diatur oleh norma-norma sosial dan juga agama.  Mereka kepinginnya hidup semaunya sendiri.  Betapa free sex, narkoba, LGBT meraja lela dalam kehidupan masyarakat sekarang.  Akibatnya, pola hidup masyarakat menjadi amburadul, tatanan menjadi rusak.  Jika sudah demikian, maka ketenteraman hidup masyarakat menjadi tergagnggu.

Jama’ah shalat jumat yang berbahagia, jika kita perahatikan kisah diutusnya para rasul Allah dahulu, semisal nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Luth, nabi Syu’aib, nabi Shaleh, nabi Musa dan lain-lain adalah untuk memperbaiki kerusakan masyarakat karena perilakunya yang sudah menyimpang.  Setelah kepada meraka diutus para rasul Allah untuk memberi peringatan, tapi tidak juga dihiraukan, maka Allah swt. pun menghukum dan menghancurkan mereka.

Jama’ah shalat jumat yang dirahmati Allah swt. agar kemurkaan Allah tidak diturunkan kepada masyarakat kita dan karena rasul sudah tidak diutus lagi oleh Allah, maka tugas kita lah sebagai orang yang beriman untuk mengajak segenap anggota masyarakat agar menjalankan pola hidup yang baik, pola hidup yang sesuai dengan aturan-aturan Allah swt. dan diperkuat aqidah ketauhidannya. Minimal harus diawali dari diri kita, keluarga kita dan kerabat kita. Semoga Allah swt. selalu memberi kekuatan dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin ya rabbal ‘alaamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ. 

Khutbah Kedua

الْحَمْدَ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ فِيْ سُنَتِهِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ اِتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ.

Di khutbah yang kedua ini kembali saya mengajak hadirin jama’ah jum’at yang dirahmati Allah swt. marilah kita bangun sikap kepedulian terhadap lingkungan, baik lingkungan alam maupun sosial. Jangan sampai lingkungan di sekitar kita hidup menjadi rusak yang tentu akibatnya akan mengenai kita, meskipun secara pribadi kita menjadi seorang yang ahli ibadah. Apalah artinya menjadi seorang ahli ibadah jika lingkungan sekitar nya rusak porak poranda dan tidak baik. Semoga Allah swt. selalu memberi kekuatan dan petunjuk-Nya kepada kita semua. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

Selanjutnya, marilah mari kita berdoa kepada Allah swt.

. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.  اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ.


Achmad Afandi, Sekretaris PDM Sleman dan Dosen AIK UAD Yogyakarta

1 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *