Learning by Doing

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMS Kembali Menjadi Kampus Swasta Terbaik di Indonesia

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Berdasarkan lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional,...

UMY Kampus Swasta Terbaik DIY

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali berhasil menempati peringkat pertama sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keputusan Menteri Agama Tidak Memberangkatkan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2020

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun 2020 ini tidak akan ada pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia. Hal ini telah diputuskan oleh pemerintah melalui...

Siswi SMK Ahmad Dahlan Pinrang Juara Kultum Provinsi Sulsel

PINRANG, Suara Muhammadiyah - SMK Ahmad Dahlan (AD) Muhammadiyah Pinrang sukses mengakat nama baik Pinrang di tingkat provinsi. Dalam...

Gelar Silaturrahmi Idul Fitri, Pimpinan UHAMKA Optimis Hadapi Covid-19

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka melaksanakan silaturrahmi Idul Fitri 1441 H. Dalam acara yang dilaksanakan secara daring ini,...
- Advertisement -

Oleh: Dr M G Bagus Kastolani, Psi

Suatu hari saya berkunjung kepada HRD Manager perusahaan BUMN ternama. Saya menanyakan bagaimana kinerja lulusan kami yang bekerja di perusahaannya. Ia menyampaikan kepada saya bahwa lulusan kami belum siap kerja. Jika diminta mengerjakan tugas baru, pekerjanya yang lulusan kami menyatakan bahwa tugas ini tidak pernah dipelajari di bangku kuliah. Walhasil mereka menyatakan tidak bisa… menyerah… kalah sebelum bertanding. Dia menyatakan ada yang salah dengan sistem pendidikan kami. Tentunya, saya tidak begitu saja percaya dengan omongan HRD Manager tersebut. Apakah betul ini kesalahan sistem pendidikan kami, yang tidak mengajarkan semuanya di bangku kuliah?

Rasa penasaran ini kemudian saya wujudkan dengan memberikan soal ujian kepada mahasiswa saat ujian tengah semester. Di mana jawaban atas soal itu belum pernah kami ajarkan di kelas. Ternyata respons mahasiswa setelah ujian begitu mengejutkan saya. Hampir semua mahasiswa saya, baik ketemu langsung, menggunakan japri atau menelepon saya dengan keluhan bahwa soal-soal ini belum pernah diajarkan di kelas. Mereka menyatakan ini tidak adil dalam sistem pendidikan karena seharusnya dosen memberikan soal yang sudah dipelajari oleh mahasiswa. Sesungguhnya, saya sangat memahami hal itu dan memang mempersiapkan nilai bonus bagi mahasiswa karena memang soal itu belum pernah diajarkan di kelas.

Namun yang menjadi takjub bagi saya adalah respons mahasiswa yang mengeluh dengan soal yang belum pernah diajarkan di kelas. Meskipun sebenarnya saya sudah mengunggah semua referensi dan materi di sistem pendidikan online kami. Ternyata eksperimen saya berhasil membuktikan bahwa mahasiswa mengeluh tidak bisa mengerjakan soal yang belum diajarkan. Bukankah ini analogi terhadap pernyataan HRD Manager tadi? Ketika mahasiswa saya lulus dan bekerja kemudian diberikan tugas yang mungkin belum pernah diajarkan di kelas… jawabannya adalah keluhan tidak bisa mengerjakan karena tidak diajarkan sewaktu di bangku kuliah. Dan pernyataan HRD Manager ini saya sampaikan ke kelas agar mahasiswa siap dengan tugas apapun meskipun belum pernah mereka pelajari. Mempelajari suatu hal baru sambil mengerjakan tugas inilah yang disebut sebagai learning by doing. Diperkuat dengan mentalitas yang tidak mudah putus asa ketika mengalami hambatan, maka learning by doing akan banyak membantu orang mengerjakan tugas barunya. Bukankah dalam kehidupan kita ini Allah SwT juga sering memberikan ujian kepada kita tanpa kita harus belajar terlebih dahulu?

Huwallahu a’lam bishshawab.

Tulisan ini telah dimuat di Majalah SM edisi 22 tahun 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -