Semangat Literasi Era Santri Millenial

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

MHH PWM Sumut Kutuk Keras Pelaku Teror yang Catut Muhammadiyah Klaten

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara (MHH PWM Sumut) mengutuk keras tindakan teror dan...

MCCC Sumut Genjot Bantuan Edukasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah - MCCC Sumatera Utara terus menggenjot kegiatan penyaluran bantuan dan edukasi. Berbagai upaya terus dilakukan agar upaya penghentian pandemi...

Haedar Nashir: Buya Syafii Tokoh Spesial Muhammadiyah dan Bangsa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Tahniah 85 tahun Buya Ahmad Syafii Maarif yang bertepatan pada tanggal 31 Mei 2020, Ketua Umum...

Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok dan Corona

Setiap tanggal 31 Mei, masyarakat global selalu memperingati hari tanpa tembakau sedunia setiap tahunnya. Istilah sederhananya, warga +62 menyebutnya dengan ‘hari bebas...

Kak Seto: Indonesia Dibekap Covid-19, Disekap Bahaya Rokok

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia ikut menyampaikan pidato pada agenda Gelar Budaya Amal Muhammadiyah, Sabtu...
- Advertisement -

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Ada yang unik dan perlu di tiru oleh para santri lainnya kegiatan yang digiatkan oleh para santriwati Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Balapulang Kabupaten Tegal dengan menggelar workshop Dakwah kreatif. Strategi Dakwah Kreatif dengan Kegiatan Semangat Literasi Era Santri Millenial digelar pada Jum’at (12/4).

Menghadirkan Hendra Apriyadi, MPd selaku Pengurus Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah MPI PP Muhammadiyah Rumpun Majelis Pustaka dan Informasi. Di hadiri kurang lebihnya 130 Pelajar Muhammadiyah. Antusias para santri PPAD Tegal sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Dalam workshop singakat para santri menulis tentang kehidupan pesantren dan membacanya hasil karyanya, Cerita terbaik akan mendapatkan sebuah buku berupa Novel Dialog Sunyi karya Alumni Ponpes Ahmad Dahlan.

Menurut Hendra Apriyadi , Mengatakan Didalam kitab suci Al-Qur’an Surat Al ‘Alaq dimana ayat yang pertama kali turun adalah “Iqra”. Hal ini menunjukkan bahwa bagi ummat islam perintah membaca adalah sesuatu yang sangat penting. Sebab membaca merupakan salah satu cara untuk memahami fenomena-fenomena alam yang ada. Surat Al ‘Alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan.

Pada prinsipnya, kegiatan literasi pada tahap pengembangan sama dengan kegiatan pada tahap pembiasaan. Yang membedakan adalah bahwa kegiatan 15 menit membaca diikuti oleh kegiatan tindak lanjut pada tahap pengembangan. Dalam tahap pengembangan, peserta didik atau santri  didorong untuk menunjukkan keterlibatan pikiran dan emosinya dengan proses membaca melalui kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan, “ Ungkap Hendra.

Peran santri dan pesantren untuk bangsa ini begitu signifikan. Entah sudah berapa banyak alumni pesantren yang turut serta dalam membangun dan memperjuangkan bangsa ini. Peran tersebut akan lebih sempurna jika para santri yang saat ini sedang belajar di pesantren-pesantren yang tersebar di berbagai pelosok negeri dikenalkan dan didekatkan dengan bacaan-bacaan yang ada di perpustakaan milik pesantren. Jika gerakan literasi digalakkan secara massif  di pesantren, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin negeri ini akan menjadi lebih baik. (Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -