31 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 6, 2020

Busyro Muqoddas: Riset untuk Mencari Solusi Problem Kebangsaan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Terbaik di Jawa Timur, UMM Kampus Swasta Terbaik Kedua di Indonesia versi Unirank

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam jajaran universitas terbaik di Indonesia. Lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional, 4 International...

SMK Mutu Tegal Unggul, Jadi Pusat Studi Banding

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah  1 (SMK Mutu) Kota Tegal merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah unggul di Jawa Tengah....

Haedar Nashir Ajak Warga Bermitra dengan BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kunjungannya ke Grha Suara Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan melihat lokasi BulogMU pusat...

FKKS Muhammadiyah Jateng Gelar Rakor, Fokuskan Tiga Pembahasan

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Forum Komunikasi Kepala sekolah Muhammadiyah Jawa Tengah gelar Rapat koordinasi di Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2020. Dihadiri...

Mentari Covid-19, Upaya Ekstra Muhammadiyah Tangani Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Adanya perkembangan kasus wabah Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi...
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Indonesia kini memiliki berbagai problem kebangsaan yang terjadi akibat proses kencang masyarakat kehilangan pegangan dan arah . Selain itu dikhawatirkan demokrasi tanpa moral menggerogoti bangsa yang menjadikan demokrasi liar, liberal dan transaksional.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr M Busyro Muqoddas dalam Pengajian Ramadhan 1440 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jum’at (10/5). Dampak dari demokrasi yang transaksional menyebabkan maraknya korupsi, tandus akal budi dan daya nalar politik kerakyatan.

Oleh karena itu menurut Busyro perlu Aktualisasi Risalah Pencerahan dalam Kehidupan Kebangsaan. Langkahnya, Busyro menyampaikan agar semua unit pimpinan Muhammadiyah dan Amal Usaha menjalin komunikasi dengan semua elemen bangsa melalui agenda silaturahim kebangsaan.

“Indonesia memiliki nilai-nilai dasar yang kalau kita telaah konstruksinya sama dengan MKCH, Khittah dan tradisi Muhammadiyah,” katanya. Nilai-nilai tersebut seperti berbasis pada modalitas, komitmen, nilai-nilai kejujuran atau transparansi hingga nilai-nilai yang berorientasi pada ideologi kerakyatan dan keadilan.

Selain itu, Busyro menyarankan agar Muhammadiyah juga turut telakukan agenda riset problem daerah, kajian hasil riset dan tawaran kerja sama perumusan konsep arah pembangunan, penyusunan APBD berbasis daulat rakyat dan transparansi publik termasuk pendidikan politik transformatif.

“Riset ini perlu diarahkan dalam konteks problem-problem kebangsaan dan sekaligus mencari solusinya,” pungkasnya. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles