31 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 6, 2020

Rekontekstualisasi Spirit Al-Ma’un Kekinian

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Terbaik di Jawa Timur, UMM Kampus Swasta Terbaik Kedua di Indonesia versi Unirank

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam jajaran universitas terbaik di Indonesia. Lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional, 4 International...

SMK Mutu Tegal Unggul, Jadi Pusat Studi Banding

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah  1 (SMK Mutu) Kota Tegal merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah unggul di Jawa Tengah....

Haedar Nashir Ajak Warga Bermitra dengan BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kunjungannya ke Grha Suara Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan melihat lokasi BulogMU pusat...

FKKS Muhammadiyah Jateng Gelar Rakor, Fokuskan Tiga Pembahasan

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Forum Komunikasi Kepala sekolah Muhammadiyah Jawa Tengah gelar Rapat koordinasi di Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2020. Dihadiri...

Mentari Covid-19, Upaya Ekstra Muhammadiyah Tangani Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Adanya perkembangan kasus wabah Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi...
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Misi utama dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) adalah rekontekstualisasi spirit Al-Maun dengan konteks-konteks kekinian. Sama halnya ketika dulu KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah yang merupakan hasil dari pembacaan nalar kritis dari pembacaan normatif Al-Quran (teks) dengan realitas sosial.

Itulah yang disampaikan Ketua MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin, MSi dalam Pengajian PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu 11 Mei 2019.

Menurut Yamin surat Al-Maun menjadi landasan bagi gerakan sosial Muhammadiyah yang memberikan inspirasi untuk melahirkan sebuah kesadaran kolektif. Kesadaran atas realitas sosial yang timpang khususnya dalam distribusi pangan yang berkeadilan.

Yamin mengungkapkan terkait keadilan pangan dalam ayat surat Al-Maun wa laa yahudhu alaa thoaamil miskiin berbicara tentang memberi makan orang miskin. “Kalau kita coba kaitkan dengan konteks sekarang ada prediksi tahun 2025 Indonesia akan mengalami krisi pangan,” tandasnya.

“Jadi surat Al-Maun bukan hanya bicara penyantunan terhadap anak yatim dan orang miskin tetapi berbicara tentang distribusi pangan,” imbuh Yamin.

Oleh karena itu yang coba dikembangkan oleh MPM yaitu menyusun langkah blueprint bagaimana budaya petani yang lemah ke petani yang kuat. “Ada dua strategi disitu, pada tahap pertama adalah penguatan kapasitas, dan tahap kedua adalah akses pasar,” tuturnya.

Selain itu, yang dilakukan MPM adalah pemberdayaan dengan membangun budaya inklusi difabel, pendampingan komunitas pemulung, dakwah pemberdayaan di daerah 3T (terdepan, terpencil, terluar) seperti Suku Kokoda di Papua, Suku Dayak Baturajang Berau di Kalimantan, Desa Tliu Amanuban Timur di NTT, serta pemberdayaan Buruh dan Nelayan.

“Best practice yang dilakukan oleh MPM intinya bukan sekedar aktivitasnya, tetap ada nilai perubahan yang terkandung dalam aktivitas yang dilakukannya,” pungkasnya. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles