smamda
Berita

Buku Manifesto Cendekiawan Berpribadi Karya IMM FKIP UHAMKA Diluncurkan

Diskusi dan Peluncuran "Manifesto Cendekiawan Berpribadi" (Dok IMM FKIP/SM)
Diskusi dan Peluncuran "Manifesto Cendekiawan Berpribadi" (Dok IMM FKIP/SM)

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHAMKA menggelar diskusi dan peluncuran buku Manifesto Cendekiawan Berpribadi di Aula Ahmad Dahlan, Kampus A UHAMKA, Jakarta Timur. Buku ini ditulis oleh beberapa penulis yang merupakan kader dan alumnus IMM di lingkungan UHAMKA.

Dalam peluncurannya, buku ini diresmikan dengan pemberian secara simbolik dari DPP IMM yang diwakili Sekretaris Jenderal DPP IMM Robby Rodliyya Karman kepada Korwil FOKAL IMM DKI Jakarta yang juga Dekan FKIP UHAMKA, Desvian Bandarsyah. Kemudian, buku ini juga diberikan kepada seluruh penulis yang berkontribusi menuangkan gagasannya dalam buku Manifesto Cendekiawan Berpribadi. Buku ini diterbitkan atas dukungan PK IMM FKIP UHAMKA, bekerja sama dengan LPP AIKA UHAMKA, Langgar Timur, dan Penerbit Progresif.

Sekertaris Bidang RPK DPP IMM sekaligus editor dan penulis buku Manifesto Cendekiawan Berpribadi, Ahmad Soleh, mengatakan bahwa tulisan-tulisan dalam buku ini pertama kali ditulis sekitar tahun 2015 atau momentum setengah abad IMM. Buku ini awalnya adalah tulisan-tulisan kader yang pernah dimuat media online, majalah Kauman DPP IMM, majalah Manifesto Ikatan IMM Jaktim, dan majalah Celoteh Camar. Tulisan yang tercecer itu lalu dikumpulkan menjadi sebuah draf.  “Saya merasa perlunya buku ini sebagai sebuah dokumentasi gagasan dan dokumentasi gerakan,” ujar Soleh, Selasa (21/5).

Selain itu, kata dia, buku ini merupakan refleksi dan autokritik dalam memaknai tugas kecendekiawanan IMM pada masa setengah abad dan sesudahnya. Soleh berharap para kader IMM dapat merefleksikan kembali landasan organisasi IMM dan Muhammadiyah.

Wakil Rektor UHAMKA Dr Bunyamin MPdi mengapresiasi hadirnya buku ini. “Karena IMM tidak hanya mengurusi Darul Arqom Dasar saja, tapi bisa membangun ghirah intelektual,” katanya.

Dia juga berharap aktivitas menulis dilanjutkan dan hasilnya dikaji dalam perkaderan seperti DAD. “Buku ini sudah bisa menjadi referensi sumber bacaan para kader IMM,” kata wakil rektor yang semasa mahasiswanya aktif di IMM ini.

Peluncuran buku ini dilanjutkan dengan diskusi bersama Sekjend DPP IMM Robby Rodliyya Karman, salah satu penulis Restu Anjarwati, dan editor buku tersebut Ahmad Soleh. (des)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *