23 C
Yogyakarta
Senin, Juli 6, 2020

Mahasiswa UMM Kembangkan Desa Jakowi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Desember Diperkirakan Belum Aman Covid-19, Muhammadiyah (Kembali) Putuskan Menunda Muktamar

Yogyakarta, suaramuhammadiyah.id. Empat bulan sudah covid-19 membersamai kita dan sampai hari ini wabah tersebut belum juga menunjukan tanda-tanda akan segera menurun. Melandai...

Haedar Nashir: Masalah RUUHIP Bukan Masalah Umat Islam Vs Pemerintah

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, menyampaikan bahwa selama empat bulan masa pandemi yang memprihatinkan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah...

PusdikHAM Uhamka: RUU HIP Sebaiknya Dihentikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi dan Pendidikan dan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menggelar sebuah Webinar terkait...

Kematian Pangeran Arab Saudi yang Masih Misteri

RIYADH, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Fisal Al...

Bimtek IT, Dikdasmen PDM Magelang Mengawal Pembelajaran Online

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru dituntut lebih dalam...
- Advertisement -

MALANG, Suara Muhammadiyah – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali diterjunkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) dalam rangka melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan ditempatkan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Telah diketahui oleh khalayak ramai bahwasanya Desa Tawangargo menjadi satu diantara 1000 desa  yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kemtan) dalam  program “1000 Desa Organik” berbasis wisata dengan sebutan Desa Jakowi berdasarkan produk unggulannya yakni tanaman Jagung, Kol dan Sawi (Jakowi).

Kondisi Geografis Desa Tawangargo yang terletak di daratan tinggi sekitar 700 m – 1000 m di atas permukaan air laut. Serta memiliki Intensitas curah hujan yang tinggi  membuat wilayah ini sangat cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan.

Melihat potensi ini, Kelompok 148 KKN  UMM turut meresponnya dengan membuat rencana pengelolaan wisata edukasi berbasis pertanian di Desa Tawangargo. Aksi ini dimulai dengan mengadakan pertemuan khusus dengan Kepala Desa dan elemen masyarakat setempat untuk membahas program terkait, Ahad (19/5).

Dwiki Darmawansyah Kepala Divisi Agrowisata memaparkan, rencana perubahan skema lahan wisata telah digambarkan pada layout denah pariwisata. Meliputi pembangunan tempat parkir, rest area, spot foto, lahan pertanian organik, taman bunga, pembuatan petunjuk arah, dan perbaikan jalur menuju kawasan wisata.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak pemerintah desa telah sepakat untuk bekerjasama dengan mahasiswa KKN 148 UMM dalam mengembangkan wisata edukasi di Desa Tawangargo. “Nantinya, masyarakat sekitar dan kelompok tani Tawangargo akan ikut terlibat dalam pelaksanaannya,” tutur Dwiki.

“Dengan adanya pengembangan desa wisata di Tawangargo, diharapkan mampu menambah daya tarik wisatawan dari Malang Raya maupun luar daerah. Selain itu juga agar dapat menjadi sumber penghasilan utama masyarakat sehingga mendorong perbaikan roda perekonomian warga dan pendapatan desa,” pungkasnya. (Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles