30 C
Yogyakarta
Rabu, Juli 8, 2020

Mereka Menangisi Kepulangan Hamdan dan Yusuf

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

FGM Purworejo Rancang Kemajuan Bidang Pendidikan

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Silaturahmi dan Bincang Pendidikan di Aula Pondok Pesantren Darul Arqom SMP...

Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di Karanganyar

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengembangkan sekolah penggerak, kali ini pada jenjang...

Lazismu Medan dan Yayasan Anak Bangsa Bisa Salurkan Bantuan

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Medan terus melakukan penguatan perannya dengan membangun jejaring dengan pihak lain. Kali ini Lazismu Kota Medan...

Cegah Negara Menjadi Neo-Otoritarian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rembug Nasional digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam memandang dinamika kebangsaan aktual. Dalam hal ini terkait Ancaman Kebebasan Sipil...

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...
- Advertisement -

Sore itu rumah Warsono, Kepala Dusun Trono, ramai didatangi anak-anak TPA yang akan ditinggal pulang guru pengajarnya, Hamdan dan Yusuf. Hamdan dan Yusuf adalah siswa Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta kelas XI yang ditugaskan sebagai anak panah di lereng gunung Merbabu dalam kegiatan Mubalig Hijrah. Kini mereka telah menyelesaikan tugasnya hingga hari ke 20 Ramadan 1440.

Di hari penjemputan itu, di tengah hawa dingin pegunungan, Warsono berpesan kepada Hamdan dan Yusuf agar tidak memutus tali silaturahmi yang telah terjalin dengan baik. “Kami adalah keluarga kalian, anggap ini juga rumah kalian, jangan lupa berkunjung kalau ada waktu.” Ucap Warsono dengan mata berkaca-kaca.

Selama Hamdan dan Yusuf di tempat ini, kegiatan di masjid tumbuh subur, anak-anak tambah ramai, kegiatan ceramah Ramadan juga semakin cerah. Hampir setiap hari Hamdan dan Yusuf juga pergi ke ladang dan ke kandang ayam membantu Warsono. Warsono, sebagaimana kebanyakan masyarakat di sini, adalah seorang petani dan peternak ayam sekaligus.

Hamdan dan Yusuf adalah dua dari 465 siswa Madrasah Mu’allimin yang pada Ramadan ini diterjunkan ke masyarakat di berbagai penjuru tanah air dan mancanegara yang meliputi Jepang, Taiwan, Australia, Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Selama sekitar tiga pekan mereka berkiprah di masyarakat sebagai anak panah Muhammadiyah.

Jalinan kekeluargaan yang telah terikat selama masa tugas itu sering kali memberatkan hati untuk berpisah. Warsono sekeluarga pada sore itu tampak meneteskan air mata. Bahkan, anak TPA ramai-ramai datang untuk mengucapkan salam sampai jumpa pada Hamdan dan Yusuf.

Sebelum senja tiba sebagai penanda saat menjelang buka puasa, Hamdan, Yusuf, dan teman-teman sebayanya dalam misi yang sama izin pamit. Akhirnya, kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, kalau diberi umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi, Insyaallah. (Erik Tauvani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles