30 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 5, 2020

Tobacco Control Network Temui Sekjen Kemendikbud Bahas KTR di Sekolah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Desember Diperkirakan Belum Aman Covid-19, Muhammadiyah (Kembali) Putuskan Menunda Muktamar

Yogyakarta, suaramuhammadiyah.id. Empat bulan sudah covid-19 membersamai kita dan sampai hari ini wabah tersebut belum juga menunjukan tanda-tanda akan segera menurun. Melandai...

Haedar Nashir: Masalah RUUHIP Bukan Masalah Umat Islam Vs Pemerintah

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, menyampaikan bahwa selama empat bulan masa pandemi yang memprihatinkan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah...

PusdikHAM Uhamka: RUU HIP Sebaiknya Dihentikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi dan Pendidikan dan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menggelar sebuah Webinar terkait...

Kematian Pangeran Arab Saudi yang Masih Misteri

RIYADH, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Fisal Al...

Bimtek IT, Dikdasmen PDM Magelang Mengawal Pembelajaran Online

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru dituntut lebih dalam...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tobacco Control Network bersilaturahmi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang langsung diterima oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, PhD di Kantor Kemendikbud pada Senin, 27 Mei 2019.

Pertemuan tersebut digelar mengingat sangat perlunya penguatan pada Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah. Melihat bahwa semakin tingginya angka prevalensi pelajar yang terpapar asap rokok.

Tobacco Control Network yang terdiri Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MTCC UMY), Instutut Tehnologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) dan Indonesia Institut for Social Development (IISD).

Wakil Rektor UMY Dr Sukamta menyampaikan apresiasi besar kepada Kemendikbud yang sudah membuat regulasi KTR di lingkungan sekolah dan melakukan monitoring terhadap implementasinya. Tentunya MTCC UMY bersama jaringan tobacco control dengan senang hati akan berkomitmen untuk ikut menegakkan regulasi tersebut.

Project Director MTCC UMY dr Supriyatiningsih, SpOG, MKes mengatakan bahwa apapun kondisinya, sekolah dengan segala potensi dan kemampuan yang ada harus dapat mewujudkan KTR, hal ini agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas rokok. “Dengan demikian, sekolah akan menjadi lingkungan yang memberikan dampak positif bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945,” ungkap Kandidat Doktor di Westfaliche Wilhelms Universitat Munster, Jerman itu.

Pakar kesehatan dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati menegaskan jika rokok mengandung ribuan senyawa beracun yang dapat membahayakan tubuh karena terdapat zat karsinogen (zat pemicu kanker) yang sewaktu-waktu bisa tumbuh dan mengakibatkan kematian. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga anak-anak kita, generasi muda bangsa agar tidak terpapar asap rokok. Dengan berbagai program yang dapat disinergikan dengan kami,” tutur Lily yang sempat menjabat sebagai Direktur P2PTM, Kemenkes RI.

Sementara itu, Vice Director MTCC UMY Dianita Sugiyo menyampaikan jaringan tobacco control di Indonesia berkomitmen bersama dengan Kemendikbud agar KTR di lingkungan sekolah dapat diperkuat dengan berbagai program yang akan disinergikan, dan tentunya untuk misi dalam rangka mewujudkan generasi emas bangsa yang sehat dan berkemajuan. (Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles