smamda
Khutbah

Pemuda Wajib Berilmu

Buku

Farhan Aji Dharma

Assalaamu’alaikum Wr Wb

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jum’at rakhimakumullah! 

Berkembangnya dunia dalam berbagi hal tak lepas dari peranan anak-anak muda. Kemajuan umat pun digerakkan oleh kekuatan mereka. Kebanyakan Nabi dan Rasul diangkat di usia muda bahkan remaja. Begitu banyak pahlawan kebangsaan yang berjuang dan gugur juga di usia muda. Sedemikian hebatnya pemuda sehingga kita mengenal sebuah pepatah Arab berbunyi:

شبان اليوم رجال الغد

“Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan”.

Artinya, pada darah muda-lah, harapan akan perubahan dibebankan. Jika masalah-masalah kehidupan belum kunjung menemukan jalan keluar, maka sudah menjadi kewajiban bagi pemuda untuk menuntaskannya. Namun, tidak semua pemuda layak menanggung beban harapan. Salah satu aspek yang menentukan kualitas pemuda yang pantas diharapkan adalah ilmunya.

Pemuda dengan kecakapan ilmu ibarat ksatria dengan pedang tajamnya. Mampu menerjang musuh dan memenangkan pertarungan. Namun jika tanpa ilmu, pemuda bagaikan macan ompong. Kehilangan wibawa dan kehormatan. Maka, berilmu adalah kapasitas mutlak seorang muda dan mencari ilmu dengan kegigihan merupakan kewajiban bagi mereka.

Jamaah Jum’at rakhimakumullah! 

Imam Syafi’i rakhimahullah pernah berkata:

مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barangsiapa menginginkan dunia maka harus dengan ilmu. Barangsiapa menginginkan akherat, maka harus dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka harus dengan ilmu”.

Kewajiban menuntut ilmu berlaku dari buaian sampai ke liang lahat. Maka masa muda adalah masa paling matang nan ideal untuk berjibaku dengan ilmu dan pengetahuan. Sebagaimana nasehat Imam Syafi’i di atas, tidak ada tujuan hidup yang dapat menghindar dari keharusan untuk berilmu. Tanpa kecuali. Dunia, akherat, maupun keduanya.

Jamaah Jum’at rakhimakumullah! 

Setidaknya ada dua hal penting yang secara otomatis dapat membentuk karakter pemuda manakala dirinya telah berbasah-basah dengan ilmu.

Pertama, tidak malas berfikir. Seluruh masalah membutuhkan kekuatan fikir yang kokoh. Apalagi berkaitan dengan kemaslahatan orang banyak. Sebut saja masalah ummat dan bangsa. Jika tanpa kekuatan dan kegigihan dalam berfikir, jalan keluar dari persoalan keumatan dan kebangsaan akan begitu jauh dari pandangan.

Medsos

Kedua, mempunyai daya inovasi. Inovasi dibutuhkan dalam perkembangan dan kemajuan zaman. Dan hanya dengan ilmu-lah, inovasi dapat tumbuh dan dikembangkan. Mustahil inovasi dapat muncul jika tanpa basis ilmu atau pengetahuan.

Maka, Jamaah Jum’at rakhimakumullah!

Bilamana anda merasa diri sebagai pemuda, bergegas dan beranjaklah! Kejar ilmu dan berletih-letihlah. Karena jika tanpa ilmu, pemuda ibarat kehilangan ruh hidup.

Dan jika anda merasa diri sudah bukan lagi pantas disebut pemuda, berilah ruang bagi anak-anak muda untuk berperan mengurai benang kusut persoalan. Berikan anak-anak muda fasilitas untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas keilmuannya. Semua itu untuk kemaslahatan bersama. Utamanya bagi umat, bangsa, dan agama.       

Ingat janji Allah SwT dalam Qur’an:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ…

“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS. Al Mujadalah: 11)
Keutamaan orang-orang yang diberi ilmu dan pengetahuan begitu tingginya. Bermanfaat di bumi dan dimuliakan di langit. Maka bagi pemuda, tidak ada alasan untuk berhenti belajar dan menuntut ilmu. Berhaus-hauslah.

Jamaah Jum’at rakhimakumullah!

Terakhir, mari renungi nasehat bajik Hasan Al-Bashri di bawah:

لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ

“Jika tanpa ilmu, manusia layaknya binatang”.

Begitu berharganya ilmu sehingga dia layak menjadi ukuran pembeda antara manusia dan binatang. Apalagi sebagai kaum muda, yang padanya masa depan dipertaruhkan, menuntut ilmu tanpa henti adalah sebuah keniscayaan.

Khutbah Kedua

ألحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا و الدين

أشهد أن لا اله الا الله وحده لاشريك له وأشهد أن محمدا عبدهورسوله لانبي بعده

 أللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى أله و أصحابه ومن تبعهم باءحسان الى يوم الدين

 .أما بعد

 فيا عباد الله أوصى بنفس و اياكم بتقوى الله حق تقاته لعلكم تفلحون

أللهم اغفرللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات

انك سميع قريب مجيب الدعوات فيا قاضيا الحاجات

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة و فى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار


Penulis adalah Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Sleman dan Alumni Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *