smamda
Khutbah

Membentuk Generasi Qurrata A’yun

Mutiara

Oleh: Syaifullah

Assalaamu’alaikum Wr Wb

أَلْحَمْدُ لِلهِ الْمُبْدِئُ الْمُعِيْدُ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيْدٌ. نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ شُكْرًا مَقْرُوْنًا بِالتَّكْبِيْرِ وَالتَّسْبِيْحِ وَالتَّحْمِيْدِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَافِيُّ الْوَعِيْدِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بِدِيْنِ التَّوْحِيْدِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحابِهِ الثَّابِتِ.

 أَمَّا بَعْد.

فَيَاعِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى الله. وَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!

Mengawali khutbah pada Jum’at yang mulia ini, marilah kita awali dengan mensyukuri dengan sepenuh hati dan segenap jiwa atas semua nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita, baik itu nikmat sehat, nikmat sempat, lebih-lebih nikmat Iman dan Islam.

Kemudian, shalawat dan salam marilah kita do’akan kepada Allah semoga senantiasa terlimpah dan tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, selaku qudwah dan uswah kita dalam menempuhi kehidupan ini.

Selanjutnya, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa. Karena dua hal inilah sebaik-baik bekal dalam perjalanan untuk bertemu dengan Zat yang Maha Agung lagi Maha Mulia.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah!

Allah SWT berfirman di dalam QS. Al-Furqan ayat 74:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

Artinya: Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan anak-cucu kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Furqan: 74)

Salah satu point penting dari ayat ini adalah agar kita senantiasa berharap dan berdoa kepada Allah untuk dianugerahkan generasi qurrata a’yun. Qurrata a’yun bisa dimaknai dengan penyejuk mata, penyejuk jiwa, penentram hati, atau penyenang hati. Jadi, secara istilah qurrata a’yun merupakan generasi penerus yang mengerjakan ketaatan, sehingga dengan ketaatannya itu membahagiakan, menyenangkan dan menyejukkan orang tuanya di dunia dan akhirat.

Namun, tentu tidak cukup hanya sekedar mendoakan. Haruslah diikuti dengan ikhitar dan upaya nyata agar tercipta generasi qurrata a’yun. Nah, bagaimanakah cara membentuk genrasi qurrata a’yun itu?

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah!

Cara membentuk generasi qurrata a’yun yang petama, memberikan keteledanan kepada generasi penerus. Artinya, kita sebagai orang tua, hendaklah memberikan contoh yang baik bagi generasi penerus kita. Banyak dari generasi penerus yang terlanjur memiliki cacat mental dan kebobrokan akhlak disebabkan orang tuanya yang gagal memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Begitu juga dengan guru di sekolah yang mana juga harus memberikan contoh terbaik, baik dalam ibadah kepada Allah maupun akhlak dan adab kepada manusia. Maka, peran orang tua dan guru di sekolah dalam membentuk generasi qurrata a’yun disini sangatlah vital dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Kedua, memberikan asupan ilmu agama yang memadai. Asupan ilmu agama yang memadai adalah bekal bagi generasi penerus qurrata a’yun. Ilmu agama juga menjadi pondasi, sebagai tiang, sebagai dasar pijakan langkah mereka, sebagai jembatan buat diri mereka agar bertitel imam muttaqin atau pemimpinnya orang-orang yang bertaqwa. Banyak dari generasi penerus yang rusak moralnya karena tidak tercukupi ilmu agamanya. Bahkan tidak bisa mengenal penciptanya. Maka, sebagai orang tua harus memfasilitasi anak dan generasi penerus agar mendapatkan ilmu agama yang memadai.

Ketiga, dekatkan generasi penerus dengan Masjid. Karena masjid merupakan pertahanan yang kuat, benteng yang kokoh dan pos yang penting. Karena di situlah terpancar sinar perbaikan bagi seluruh masyarakat. Rasulullah SAW pun juga memberikan penghargaan dalam salah satu haditsnya. Bahwasanya generasi muda yang gemar ke masjid akan dirindukan oleh surga.

Jama’ah Jum’at yang diberkahi dan dicintai oleh Allah!

Pada akhirnya, mari kita memohon kepada Allah agar dianugerahi kekuatan dalam membentuk generasi qurrata a’yun yang mana sebagai pelanjut risalah dakwah dan agama yang mulia ini.

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلهِ مُقَلِّبِ القُلُوْبِ وَعَلاَّمِ الغُيُوْبِ، وَقَابِلِ التَّوْبَةِ مِمَّنْ يَتُوْبُ، شَدِيْدِ الْعِقَابِ عِنْدَ قَسْوَةِ القُلُوْبِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ سَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا، أَمَّ بَعْدُ.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah!

Generasi qurrata a’yun sesungguhnya hadir dari upaya dan ikhtiar yang gigih para orang tua. Orang tua yang tiada pernah letih memberikan keteladanan, teladan dalam ketaatan, teladan dalam mencintai ilmu pengetahuan dan teladan dalam memakmurkan rumah-rumah Allah.

Sesungguhnya, generasi muda yang tidak dibentuk dan tidak diupayakan dengan baik oleh para orang tua akan menciptakan kondisi yang akan mengundang malapetaka dan azab. Bukankah sejarah telah banyak mengajarkan kepada kita, banyak bangsa-bangsa di dunia ini hancur disebabkan oleh ketidakpedulian kepada generasi penerusnya. Maka, mari kita bersungguh-sungguh dan berikhtiar dengan maksimal untuk menciptakan generasi qurrota a’yun. Semoga Allah senantiasa menancapkan kemantapan akidah dan sinaran hidayah di hati kita, aamiin ya rabbal ‘alamin.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ،

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ،

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.

اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


Syaifullah, Pembimbing BAQ Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *