smamda
Berita

Ilmu Komunikasi Unisa Perkuat Literasi Digital

Workshop "Hoax Busting and Digital Hygiene" (Dok Riz/SM)
Workshop "Hoax Busting and Digital Hygiene" (Dok Riz/SM)

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah Yogyakarta menggelar Halfday Basic Workshop bertajuk “Hoax Busting and Digital Hygiene”. Hal tersebut merupakan bagian dalam memperkuat literasi digital para civitas akademikanya.

“Sebagai warga asli dunia digital (digital native) mau tidak mau harus belajar hidup dengan situasi banjir informasi,” tutur Dekan Fakultas Ekonomi Ilmu Sosial dan Humaniora (Feishum) Unisa Tri Hastuti Nur Rochimah di Kampus Terpadu Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Jum’at (5/7).

Agenda tersebut terselenggara berkat kerja sama Prodi Ilmu Komunikasi Unisa, Google News Initiative, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Internews. Tri Hastuti menyampaikan agar para peserta perlu mengenal hate speech, fake news, dan hoax dan harus berhati-hati karena dampaknya yang sangat luar biasa.

“Oleh karena itu, ini bagian dari digital literasi, lebih terampil dan lebih pintar dalam hidup di era digital,” tutur Tri Hastuti. Para peserta pun ditantang untuk membuat konten positif di media sosial karena siapa pun dapat terpapar hoax yang sudah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Hadir menjadi narasumber yaitu Inggried Dwi Wedhaswary dan Agung Purwantono. Peserta dibekali pengetahuan tentang misinformasi, disinformasi, bagaimana menilik kredibelitas media, serta diajarkan untuk menggunakan tool untuk melawan hoax.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta Wuri Rahmawati menyampaikan bahwa maraknya hoax menjadi keprihatinan karena dampaknya dapat memecah belah masyarakat. Selain itu hoax dalam dunia kesehatan juga berdampak kepada pemahaman masyarakat. “Ternyata hoax, informasi kesehatan tidak sedikit beredar saat ini,” katanya.

Wuri mengungkapkan Perguruan Tinggi, khususnya Unisa Yogyakarta memiliki peran dalam membendung hoax. Caranya dengan tetap berhati-hati terhadap berbagai informasi, dan melakukan saring sebelum sharing. “Ini akan menjadi program pengabdian masyarakat dari dosen yang nanti akan melibatkan mahasiswa juga, sehingga masyarakat teredukasi,” pungkasnya. (Riz)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *