30 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 5, 2020

Sinergi Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Desember Diperkirakan Belum Aman Covid-19, Muhammadiyah (Kembali) Putuskan Menunda Muktamar

Yogyakarta, suaramuhammadiyah.id. Empat bulan sudah covid-19 membersamai kita dan sampai hari ini wabah tersebut belum juga menunjukan tanda-tanda akan segera menurun. Melandai...

Haedar Nashir: Masalah RUUHIP Bukan Masalah Umat Islam Vs Pemerintah

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, menyampaikan bahwa selama empat bulan masa pandemi yang memprihatinkan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah...

PusdikHAM Uhamka: RUU HIP Sebaiknya Dihentikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi dan Pendidikan dan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menggelar sebuah Webinar terkait...

Kematian Pangeran Arab Saudi yang Masih Misteri

RIYADH, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Fisal Al...

Bimtek IT, Dikdasmen PDM Magelang Mengawal Pembelajaran Online

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru dituntut lebih dalam...
- Advertisement -

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Pada pelaksanaan Jambore Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah Aisyiyah 2019, Muhammadiyah mencoba mensinergikan peran perempuan Muhammadiyah dalam menanggulangi bencana melalui pelestarian lingkungan hidup bersih. Penumbuhan peran perempuan Muhammadiyah di adakan melalui workshop dengan pemateri Bapak Agung selaku Ketua DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Jawa Tengah dan Dr. Rahmawati Husein selaku Wakil Ketua MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).

Workshop bertemakan “Pelestarian Lingkungan Hidup dan Siap untuk Selamat” berisikan materi – materi terkait bagaimana perempuan Muhammadiyah, salah satunya dari ibu – ibu Aisyiyah untuk mempersiapkan diri dalam menanggulangi bencana dan mampu terlibat saat tanggap bencana. Pelestarian lingkungan merupakan salah satu bentuk penanggulangan resiko bencana dini yang dapat diterapkan oleh ibu – ibu Aisyiyah.

“Perempuan menjadi terdampak utama sekaligus komponen atau elemen kapasitas yang luar biasa untuk mengurangi resiko bencana dan juga menyelamatkan lingkungan serta melakukan penanganan bencana secara umum” tutur Rahmawati Husein. Sehingga peran perempuan Aisyiyah diharapkan untuk memahami pentingnya pengelolaan lingkungan.

Selain itu, kata Rahmawati, penyelamatan lingkungan bisa mengurangi resiko bencana, karena bencana di indonesia 80% berkaitan dengan bencana hidromitologis yaitu berkaitan dengan iklim seperti hujan, longsor dan ini bisa diupayakan melalui konservasi lingkungan kemudian pengelolaan tata guna lahan yang benar kemudian juga pembersihan sampah, dan kesiapsiagaan terhadap bencana-bencana tersebut.

Dalam mewujudkan pelestarian lingkungan hidup yang bersih, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan membuat beberapa program yang telah dijalankan. Program tersebut diantaranya, memberikan berbagai macam solusi mengatasi segala macam permasalahan lingkungan, memberikan himbauan terkait pembuangan sampah dan peduli lingkungan, memberikan bantuan bibit tanaman, gerobak sampah, composter dan mesin pengolah sampah. Bantuan fisik seperti bank sampah dan peralatannya, TPS3R dan TPS3T. Itu dipaparkannya oleh Bapak Agung sekaligus diskusi bersama peserta Jambore.

Ketua DLHK, Bapak Agung menyatakan dalam workshopnya “Sampah itu masalah kecil, tapi dampak yang diberikan besar kepada banyak orang”. Beliau juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan ini “Kami sangat positif dan sangat apresiasi, karena dengan adanya aisyiyah ini sedikit demi sedikit permasalahan dibantu oleh aisyiyah, karena mereka kan memberikan informasi terkait dengan pengelolaan lingkungan itu seperti apa”. (Azza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles