Berita

Haedar Nashir Resmikan SD Kreatif Muhammadiyah Pangalengan Bandung

IMG-20190804-WA0006

BANDUNG, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan SD Islam Kreatif Muhammadiyah Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Ahad, 4 Agustus 2019. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini, Ketua PWM Jawa Barat Syuhada, Sekretaris PWM Jawa Barat Jamzam, Ketua PDM Bandung Usep, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Pendididikan, dan Camat Pangalengan.

Menurut Ketua PDM Kabupaten Bandung Usep Sudrajat, pembangunan SDIK Muhammadiyah ini bersumber dari biaya pribadi keluarganya. Tanah dan bangunannya akan dihibahkan sehingga menjadi aset Persyarikatan. Inspirasi pendirian sekolah ini adalah kepeloporan dan keteladanan tokoh Muhammadiyah seperti KH Ahmad Dahlan, Jenderal Sudirman, Ir Juanda, Ki Bagus Hadikusumo, dan lain-lain. “Muhammadiyah perlu membuat sekolah yang bagus dan kreatif sehingga masyarakat berbondong-bondong menyekolahkan nya anak ke Muhammadiyah. Lulusannya diharapkan punya kompetensi tinggi, menguasai ilmu agama dan ilmu duniawi,” ujarnya.

Sementara itu, Haedar Nashir menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Daerah Jawa Barat terhadap pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Barat. PP Muhammadiyah juga mengapresiasi komitmen dan kontribusi Ketua PDM yang telah menghibahkan lahan dan bangunan SDIK.

Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan tentang perkembangan pendidikan Muhammadiyah di luar negeri seperti di Australia dan Malaysia, termasuk TK Aisyiah di Mesir. “Semua ini dilakukan utk mewujudkan umat Islam dan bangsa Indonesia sebagai umat yang terbaik (khairu ummah). Salah satu ciri umat terbaik ini adalah bersikap moderat/tengahan (washatiyah) dan saling membantu (taawun). Tidak ekstrem dalam kehidupan beragama dan berbangsa.”

IMG-20190804-WA0003

Muhammadiyah, kata Haedar, hadir dan diterima di daerah-daerah terpencil, termasuk di wilayah mayoritas non-Muslim di Papua, Kupang, dan NTT. Bahkan, ada non-Muslim di Sorong yang memberikan sebidang tanahnya yang luas untuk kepentingan pendidikan Muhammadiyah.

Haedar berpesan agar proses pendidikan membentuk karakter anak yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Sekolah-sekolah Muhammadiyah telah banyak melahirkan para pemimpin dan tokoh bangsa. Hal ini menjadi tantangan, apakah lembaga kita sekarang bisa melampaui capaian itu atau malah mundur. Ini merupakan bentuk dakwah Muhammadiyah di dunia pendidikan. (sm)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *