30 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 5, 2020

Buya Syafii Maarif Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya KH Maimoen Zubair

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Masalah RUUHIP Bukan Masalah Umat Islam Vs Pemerintah

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, menyampaikan bahwa selama empat bulan masa pandemi yang memprihatinkan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah...

PusdikHAM Uhamka: RUU HIP Sebaiknya Dihentikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi dan Pendidikan dan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menggelar sebuah Webinar terkait...

Kematian Pangeran Arab Saudi yang Masih Misteri

RIYADH, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Fisal Al...

Bimtek IT, Dikdasmen PDM Magelang Mengawal Pembelajaran Online

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru dituntut lebih dalam...

Pemahaman Risiko Kunci Menghadapi Erupsi Merapi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemahaman akan risiko dan bahaya dengan baik merupakan kunci ketangguhan masyarakat di lereng Merapi dalam menghadapi erupsi yang...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara MuhammadiyahInnalillahi wa inna ilaihi raiji’un. Kabar duka datang dari Mekkah. Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maimoen Zubair diberitakan wafat, pada Selasa, 6 Agustus 2019, di sela menunaikan ibadah haji. Tokoh yang akrab disapa Mbah Moen ini meninggal pada usia 90 tahun.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif menyampaikan dukacita yang mendalam. Buya Syafii mengenang Mbah Moen sebagai tokoh yang berkiprah dalam perjuangan politik keumatan dan kebangsaan. “Beliau kiai yang terjun ke politik,” tutur Buya Syafii Maarif di Grha Suara Muhammadiyah, 6 Agustus 2019. Kehadiran tokoh ulama dalam politik harusnya mampu mewarnai dunia politik dengan etika dan ukhuwah.

Meskipun jarang bersentuhan langsung dengan Mbah Moen, Buya Syafii menyatakan rasa kehilangan. “Kita kehilangan kiai yang menjadi rujukan,” ujarnya. Nilai-nilai positif yang diwariskan oleh Mbah Moen diharapkan mampu diteladani oleh warga bangsa. Buya Syafii berharap segenap tokoh agama senantiasa menampilkan wajah Islam yang gembira dan menjadi rahmatan lil alamin.

Sesuai dengan permintaannya melalui pihak keluarga, Mbah Moen akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ma’la, Makkah, setelah salat Zuhur. Diawali dengan shalat jenazah di Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia. Allahummaghfirlahu warhamhu. (ribas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles