25.6 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 16, 2020

Muhammadiyah Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya KH Maimoen Zubair

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ospek UMP Digelar Daring, Rektor Jamin Tetap Seru

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebentar lagi akan mamasuki tahun ajaran baru. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau...

AMM Pinrang Kembali Rilis Usaha Baru

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses menjalankan usaha "BerasMu" yang bergerak di bidang pangan. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pinrang kembali melauncing usaha...

STKIP Muhammadiyah Bogor Beri Kompensasi di Masa Pandemi

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid 19 yang telah melanda Indonesia sekitar empat bulan lamanya telah mengakibatkan efek yang luar biasa ke...

MBS Mas Mansyur Ngawi dan PCM Widodaren Sowan ke Wakil Bupati

NGAWI, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka untuk mensosialisasikan MBS Mas Mansyur Ngawi Tim pendiri MBS Mas Mansyur Ngawi silaturohim ke Wakil Bupati...

Tiga Puluh Auditor Mutu Akademik Unismuh Ikuti Penyegaran

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 30 auditor mutu akademik Unismuh Makassar, ikut penyegaran secara virtual Kamis pagi (16/7/2020). Kegiatan...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara MuhammadiyahInnalillahi wa inna ilaihi raiji’un. Kabar duka datang dari Mekkah. Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maimoen Zubair diberitakan wafat, pada Selasa, 6 Agustus 2019, di sela menunaikan ibadah haji. Tokoh yang akrab disapa Mbah Moen ini meninggal pada usia 90 tahun.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan dukacita segenap keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah. Haedar mengatakan bahwa Mbah Moen merupakan tokoh Islam yang berkiprah panjang dalam perjuangan politik keumatan dan kebangsaan. “Beliau sosok yang gigih sampai usia lanjut, tidak kenal lelah berkonstribusi dalam pergumulan politik nasional,” tuturnya.

Haedar Nashir mengajak kepada segenap masyarakat untuk bersama-sama mendo’akan agar beliau husnul khatimah. Jejak perjuangannya supaya dapat diteladani oleh masyarakat luas. “Semoga generasi politik kaum muda dapat meneruskan jejak perjuangan politik nasional yang mendepankan etika dan ukhuwah,” ungkap Haedar.

Sesuai dengan permintaannya melalui pihak keluarga, Mbah Moen akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ma’la, Makkah, setelah salat Zuhur. Diawali dengan shalat jenazah di Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia. Allahummaghfirlahu warhamhu. (ribas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles