Berita

Tiga Kampus Bertransformasi Menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Penerimaan SK UMPRI (Dok ES/SM)
Penerimaan SK UMPRI (Dok ES/SM)

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah – Tiga perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Pringsewu Lampung (STKIP MPL), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Pringsewu Lampung, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)  Muhammadiyah Pringsewu Lampung resmi bergabung dan berubah nama menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI).

Perubahan nama tersebut berdasar SK Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 654/KPT/I/2019 tertanggal 29 Juli 2019 tentang Izin Penggabungan STKIP MPL, STIKes MPL dan STIE MPL menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu.

Salinan surat keputusan (SK) diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung Prof Dr Slamet Widodo, MS, MM, kepada Ketua Penggabungan  Universitas Muhammadiyah Pringsewu Drs A Wanawir, MM, MPd  di ruang pertemuan Hotel Herper Palembang, Jum’at (2/8). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua STKIP MPL dan Dosen PNS dpk STKIP MPL.

Ketua Penggabungan UMPRI Wanawir Am mengatakan, penggabungan tersebut akan dibarengi dengan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Alhamdulillah. Hari ini resmi berubah menjadi universitas. Semoga dengan status baru ini, kita semua bisa meningkatkan kompentensi, khususnya di bidang SDM,” kata Wanawir

Dilanjutkan, era 4.0 adalah era persaingan mutu atau kualitas. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan mengelola dan mengembangkan perguruan tinggi sangat diperlukan. Termasuk untuk menggunakan prinsip-prinsip manajemen mutu  berorientasi pada mutu dan kualitas.

Sistem penjamin mutu ini pada hakekatnya berinti pada perbaikan terus-menerus untuk memperkuat dan mengembangkan potensi. Antara lain harus mampu mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan-keunggulan.

“Output-nya, memiliki multimotivasi, yaitu ilmu pengetahuan, gelar keterampilan, pengalaman, keyakinan sebagai persiapan memasuki dunia kerja atau persiapan membuka lapangan kerja,” pungkasnya. (Eko Sancaka)

Menandai

4 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *