Kembali raih Rekor MURI (Dok UMP/SM)
Kembali raih Rekor MURI (Dok UMP/SM)
Berita

Angkat Penganan Lokal, UMP Kembali Raih Rekor MURI

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali pecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) makan es krim Ubi Jalar Terbanyak inofasi Fakultas Pertanian UMP, Rabu (14/8).

Delegasi Muri Bagian Timur Ariyani Siregar mengungkapkan UMP telah berhasil pecahkan rekor Muri sebanyak tiga kali.

“Universitas Muhammadiyah Purwokerto sampai saat ini telah berhasil memecahkan Muri sebanyak tiga kali, yaitu penyelenggara Pendukung Pencipta Investor Saham Syariah Terbanyak dalam Satu Perguruan Tinggi pada 2016. Kedua menjadi Pemerkasa dan penyelenggara Website Berisi Solusi Untuk Negeri Terbanyak pada 2017. Dan kali ini UMP berhasil pecahkan rekor Dunia dengan pemerkasa dan penyelenggara sajian Es Krim dari Ubi Jalar Terbanyak,” ungkapnya.

Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho mengatakan pemecahan rekor tersebut selain untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sosialisasi produk es krim ubi jalar hasil inovasi Fakultas Pertanian UMP kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita telah memecahkan rekor Muri. Makan es krim dari bahan dasar ubi jalar terbanyak yang merupakan hasi inovasi dari Fakultas Pertanian. Dan tadi menurut catatan dari Muri ini adalah rekor dunia. Ini adalah yang pertama dan terbanyak,” jelas Rektor.

Lebih lanjut Rektor mengungkapkan, es krim ubi jalar merupakan inovasi dari Fakultas Pertanian UMP sebagai bentuk kepedulian UMP untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada di Banyumas untuk menjadi makanan yang favorit di masyarakat yaitu Es Krim. Pemecahan Rekor MURI tersebut diikuti Ssebanyak 3.210 peserta.

“Kita ingin mengkampanyaken bahwa Ubi Jalar juga bisa diolah menjadi makanan yang istimewa seperti es krim yang sangat digemari oleh anak-anak dan itu lebih sehat, lebih bergizi. Kita juga mengkampanyekan kepada masyarakat agar gemar makan makanan yang dari bahan dasar lokal,” pungkasnya. (tgr)

Menandai

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *